Pangkalan Bun, kaltengonline.com — Di tengah ramainya pilihan kuliner malam Pangkalan Bun, Bakmie Jowo 5758 hadir sebagai penanda rasa yang berbeda. Bukan sekadar bakmie, warung sederhana di Jalan Malijo, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan ini menawarkan pengalaman kuliner dengan cita rasa Jawa yang hangat dan bersahaja, hanya sepelemparan langkah dari Bundaran Pancasila.
Daya tarik Bakmie Jowo 5758 bukan hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada sosok di balik dapurnya. Kardianto, seorang prajurit TNI Angkatan Udara yang bertugas di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, menjadi otak racikan setiap menu. Usai menyelesaikan tugas kedinasan, ia berganti peran menjadi juru masak, menyalurkan hobinya meracik bumbu dan menjaga api wajan tetap menyala.
“Sebagai prajurit, tugas negara tetap nomor satu. Biasanya istri yang membuka warung lebih dulu, saya menyusul untuk memasak,” ujar Kardianto saat ditemui di warungnya, Jumat (16/1/2026) malam.
Usaha ini baru berjalan sekitar empat bulan, namun konsistensi rasa menjadi kunci cepat dikenalnya Bakmie Jowo 5758 di kalangan pecinta kuliner.
Menu andalan berupa bakmie goreng dan bakmie godok disajikan dengan racikan bumbu sederhana namun kuat, dibanderol Rp20 ribu per porsi. Pilihan lain seperti bihun goreng, bihun godok, kwetiau goreng, kwetiau godok, hingga cap cay goreng dan cap cay godok melengkapi selera pengunjung yang datang dengan ragam preferensi.
Tak berhenti di olahan mi, Bakmie Jowo 5758 juga menghadirkan menu lauk dan nasi yang menggugah selera. Lele goreng ditawarkan seharga Rp15 ribu, sementara lele bakar Rp20 ribu. Ada pula nila goreng dan nila bakar, nasi gudeg Rp20 ribu, soto ayam, soto daging, nasi ayam goreng, hingga nasi ayam bakar yang kerap menjadi pilihan menu berat di malam hari.
Dengan jam buka dari pukul 13.00 hingga 23.00 WIB, Bakmie Jowo 5758 menjelma menjadi destinasi kuliner malam yang nyaman dan ramah di kantong. Sentuhan tangan seorang prajurit TNI AU, disiplin dalam proses dan tulus dalam rasa, menjadikan warung ini bukan sekadar tempat makan, melainkan ruang singgah bagi mereka yang mencari kelezatan sederhana yang membekas.







