Warga Murka, Jalan Simpang Bundaran Obor Dijadikan Tempat Sampah Liar

oleh
oleh

Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Kesabaran warga akhirnya habis. Ruas jalan simpang Bundaran Obor tembus ke Jalan Pinang Merah kembali dipenuhi tumpukan sampah liar yang dibuang sembarangan oleh oknum tak bertanggung jawab. Jalan yang seharusnya menjadi akses penghubung justru berubah wajah menjadi sumber bau dan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan.

Setiap hari, warga yang melintas harus menahan napas akibat aroma menyengat dari sampah rumah tangga yang dibiarkan menumpuk di pinggir jalan. Kondisi ini semakin memprihatinkan karena lokasi tersebut kerap dilalui kendaraan dan pejalan kaki. Pemandangan kumuh itu kontras dengan upaya pemerintah yang telah menyediakan fasilitas pembuangan sampah resmi.

Ahmad Yani, warga yang rutin melewati jalur tersebut, mengaku geram melihat perilaku yang terus berulang. Menurutnya, area itu masuk wilayah Kelurahan Madurejo, meski belum diketahui secara pasti berada di RT mana. “Ini bukan cuma soal kotor, tapi sudah mengganggu kesehatan dan kenyamanan. Baunya terasa setiap hari,” katanya.

Baca Juga:  Munas IX RAPI 2026 Resmi Dibuka di Kobar, Perkuat Soliditas dan Sinergi dengan Pemerintah

Ia menilai kurangnya pengawasan menjadi celah bagi oknum pembuang sampah untuk bertindak seenaknya. Ahmad Yani pun meminta ketua RT setempat lebih aktif memantau lingkungan, termasuk ruas jalan yang rawan dijadikan lokasi pembuangan liar. “Jangan sampai jalan umum ini seperti wilayah tanpa pengawasan,” ujarnya, Senin (19/1).

Kegeraman warga kemudian disuarakan melalui media sosial. Ahmad Yani mengaku sengaja mengunggah kondisi tersebut agar menjadi perhatian bersama. Ia berharap langkah itu bisa menggugah kesadaran warga lain sekaligus mendorong tindakan dari pihak terkait.

Warga mendesak agar praktik membuang sampah sembarangan segera dihentikan. Selain merusak lingkungan, tumpukan sampah liar berpotensi memicu penyakit dan mencoreng wajah kawasan. “Sudah disediakan tempat, tapi masih membuang seenaknya. Ini soal kesadaran bersama,” tutup Ahmad Yani.(bob)