Pemkab Barsel Tegaskan Komitmen Penuhi Hak Penyandang Disabilitas

oleh
oleh
KEBERSAMAAN: Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menghadiri kegiatan FGD penyusunan Rancangan Perda Disabilitas di Aula Kantor PKK.
KEBERSAMAAN: Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menghadiri kegiatan FGD penyusunan Rancangan Perda Disabilitas di Aula Kantor PKK.

BUNTOK, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan (Barsel) menegaskan komitmennya dalam memenuhi dan melindungi hak-hak penyandang disabilitas dengan menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Disabilitas. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor PKK Barito Selatan, Senin (19/1), dan dibuka secara resmi oleh Asisten II Setda Barsel, Yoga P Utomo, mewakili Bupati Barito Selatan, Eddy Raya Samsuri.

FGD ini dihadiri pimpinan dan Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Barito Selatan, Penjabat Sekretaris Daerah Barsel beserta para asisten dan staf ahli bupati, kepala perangkat daerah se-Kabupaten Barito Selatan, perwakilan organisasi penyandang disabilitas, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh peserta FGD.

Dalam sambutannya, Yoga P Utomo menyampaikan bahwa penyelenggaraan FGD merupakan langkah strategis dan penting sebagai wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghormati, melindungi, serta memenuhi hak-hak penyandang disabilitas.

“Penyandang disabilitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat kita, yang memiliki kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ungkap Yoga P Utomo.

Baca Juga:  Pj Sekda Barsel Hadiri Perayaan Natal Keluarga Besar Dinas PUPR Tahun 2025

Ia menambahkan, Rancangan Peraturan Daerah tentang Disabilitas diharapkan dapat menjadi landasan hukum yang kuat dalam menjamin aksesibilitas, kesetaraan kesempatan, serta perlindungan dari segala bentuk diskriminasi bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Barito Selatan.

“Oleh karena itu, proses penyusunannya harus dilakukan secara inklusif, partisipatif, dan komprehensif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, khususnya penyandang disabilitas itu sendiri. Melalui forum FGD ini, kami berharap dapat dihimpun berbagai masukan, saran, dan pandangan konstruktif guna memperkaya substansi Rancangan Perda, sehingga regulasi yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan nyata di lapangan dan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan,” harapnya.

Yoga P Utomo menegaskan, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan terus berkomitmen mendorong terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, sehingga tidak ada satu pun warga masyarakat yang tertinggal.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh peserta FGD untuk berpartisipasi aktif, berdiskusi secara terbuka, serta menyampaikan pandangan secara mendalam demi menghasilkan rumusan kebijakan yang berkualitas dan berpihak pada kepentingan penyandang disabilitas,” tegasnya. (ena/ko)