DPRD Kalteng Minta Bank Kalteng Perkuat Digitalisasi Layanan 2026

oleh
oleh
RAPAT DENGAR PENDAPAT: Anggota Komisi I DPRD Kalteng memulai rapat bersama Bank Kalteng di ruang komisi I, Senin (19/1).
RAPAT DENGAR PENDAPAT: Anggota Komisi I DPRD Kalteng memulai rapat bersama Bank Kalteng di ruang komisi I, Senin (19/1).

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama mitra kerja Komisi I, PT Bank Kalteng, terkait paparan proyeksi program dan kegiatan Bank Kalteng Tahun 2026. Rapat tersebut dilaksanakan di Ruang Komisi I DPRD Kalteng, Senin (19/1).

Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Muhajirin, mengatakan bahwa RDP tersebut merupakan bagian dari tugas pengawasan dewan, terlebih karena telah memasuki awal tahun anggaran 2026. Oleh sebab itu, DPRD perlu mengetahui secara detail arah dan proyeksi kebijakan Bank Kalteng ke depan di tengah dinamika dan tantangan ekonomi saat ini.

“Karena kita sudah masuk tahun anggaran 2026 tentu saja kami ingin melihat proyeksi program dan kegiatan PT Bank Kalteng untuk menghadapi situasi-situasi di tahun 2026,” ujar Muhajirin.

Ia menjelaskan dalam rapat tersebut Bank Kalteng telah menyampaikan berbagai rencana strategis yang akan dijalankan, mulai dari penguatan permodalan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) hingga pengembangan layanan berbasis digital.

Baca Juga:  Temuan 3 Jenazah di Area Tambang PT MUTU, DPRD Kalteng Minta Evaluasi Sistem Pengamanan

“Dalam rapat tadi Bank Kalteng menyampaikan paparan terkait apa saja yang harus dilakukan ke depan baik yang menyangkut permodalan, sumber daya manusia, maupun digitalisasi,” terangnya.

Seiring perkembangan zaman yang semakin pesat, Muhajirin juga menyoroti pentingnya inovasi layanan perbankan, khususnya kemudahan transaksi bagi masyarakat melalui sistem digital seperti e-money dan QRIS.

Ia menilai langkah tersebut penting agar Bank Kalteng mampu bersaing dan tidak tertinggal dibandingkan bank daerah lain. Komisi I DPRD Kalteng kerap melakukan kunjungan kerja ke sejumlah bank daerah di luar provinsi sebagai bahan perbandingan dan referensi.

“Tidak hanya itu, sesekali kami juga melakukan kunjungan ke bank-bank pemerintah di daerah lain, seperti di Jawa Timur, Jawa Barat, bahkan sampai ke Banten. Dari sana kami juga mendapatkan banyak masukan. Artinya, Bank Kalteng sebaiknya jangan kalah bersaing dengan daerah-daerah yang sudah lebih maju,” pungkasnya. (afa/ko)