Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Deretan kios di lantai dua Pasar Indra Kencana, Pangkalan Bun, kini kian lengang. Pintu-pintu kios tertutup rapat tanpa aktivitas, menyisakan lorong pasar yang sunyi. Kondisi itu mendorong Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Pemkab Kobar) mengambil langkah tegas dengan menarik atau mengambil alih puluhan kios yang lama tidak lagi ditempati pedagang.
Penarikan kios tersebut ditandai dengan penempelan pamflet pemberitahuan di setiap pintu kios. Pamflet itu menyatakan bahwa kios telah ditarik oleh Pemkab Kobar melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM). Langkah ini menjadi penanda resmi bahwa pemerintah daerah mulai menertibkan aset pasar yang terbengkalai.
Kepala UPT Pasar Indra Kencana Disperindagkop UKM Kobar, Dina Marliah, menjelaskan bahwa pamflet tersebut telah terpasang sejak sekitar satu bulan terakhir. “Isi pamflet menyatakan kios telah ditarik oleh pemerintah daerah. Ini bagian dari upaya penataan pasar,” kata Dina, Kamis (21/1).
Dalam pemberitahuan itu, Pemkab Kobar memberikan batas waktu konfirmasi kepada pemilik kios terhitung sejak 5 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Selama periode tersebut, pemilik atau penyewa kios diberi kesempatan untuk melapor dan mengonfirmasi status kios yang mereka tempati.
Menurut Dina, total kios yang ditempeli pamflet penarikan berjumlah 96 unit, seluruhnya berada di blok A dan B lantai dua Pasar Indra Kencana. Namun hingga hari terakhir batas waktu yang ditentukan, tidak satu pun pemilik kios yang datang untuk melakukan konfirmasi. “Yang kami tempel ada 96 kios, dan sampai kemarin tidak ada yang konfirmasi,” ujarnya.
Karena tidak adanya respons, Pemkab Kobar akan melanjutkan proses administratif dengan menerbitkan surat penarikan kios. Langkah ini sekaligus menegaskan pengambilalihan kios-kios tersebut sebagai aset daerah yang akan ditata ulang sesuai kebijakan pemerintah.
Sebagaimana diketahui, sebagian besar kios di lantai dua Pasar Indra Kencana telah ditinggalkan pedagang selama beberapa tahun terakhir. Sepinya pembeli, ditambah persaingan belanja daring, membuat banyak pedagang memilih pindah ke lantai bawah yang lebih ramai. Saat ini, hanya sekitar empat kios yang masih bertahan di lantai dua, sementara sisanya tutup dan tak lagi beroperasi.(bob)







