Pemkab Kotim Siapkan Rp400 Juta Tangani Jembatan Patah Sei Mentawa

oleh
oleh
PERBAIKAN: Sejumlah pekerja dari Dinas SDABMBKPRKP melakukan perbaikan jembatan patah Sei Mentaya, belum lama ini.
PERBAIKAN: Sejumlah pekerja dari Dinas SDABMBKPRKP melakukan perbaikan jembatan patah Sei Mentaya, belum lama ini.

SAMPIT, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalokasikan anggaran sebesar Rp400 juta untuk melakukan penanganan sementara terhadap Jembatan Sei Mentawa 1 atau yang dikenal masyarakat sebagai Jembatan Patah, di Jalan Kapten Mulyono, Sampit.

Anggaran tersebut disiapkan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) guna memperbaiki lantai jembatan yang mengalami kerusakan, dengan penggantian pelat besi dan kayu ulin, agar tetap aman dilalui kendaraan.

Perbaikan ini bersifat sementara sambil menunggu rencana pembangunan jembatan permanen yang akan diawali dengan penyusunan studi kelayakan (Feasibility Study/FS).

Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan pekerjaan perbaikan akan segera dilakukan dalam waktu dekat untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

“Tahun ini kita fokus pada perbaikan sementara, termasuk penggantian pelat dan kayu ulin. Harapannya, jembatan bisa bertahan sekitar satu tahun sambil menunggu pembangunan jembatan baru,” ujarnya, Jumat (23/1).

Mentana menjelaskan, selama ini penanganan kerusakan jembatan lebih banyak dilakukan secara cepat menindaklanjuti laporan masyarakat. Namun jika hanya mengandalkan pemeliharaan rutin oleh UPTD, kerusakan sering kembali muncul dalam waktu singkat.

“Begitu ada laporan, langsung kita tangani. Walaupun sifatnya darurat dan belum maksimal, setidaknya jembatan bisa kembali difungsikan. Kalau hanya tambal sulam rutin, biasanya tidak bertahan lama,” jelasnya.

Melalui perbaikan sementara yang lebih menyeluruh tahun ini, pihaknya berharap kondisi jembatan dapat lebih stabil hingga pembangunan permanen dapat direalisasikan.

Terkait rencana pembangunan jembatan baru, Mentana menyebutkan target pelaksanaan diarahkan pada tahun 2027, menyesuaikan dengan kesiapan anggaran daerah.

“Tahun ini kita siapkan FS-nya. Jembatan ini tergolong jembatan tua dan data konstruksi lamanya tidak lagi tersedia, sehingga studi kelayakan menjadi sangat penting untuk menentukan desain dan struktur yang tepat,” tegasnya. (bah/ans/ko)