Pelajar Merokok dan Bolos Sekolah Jadi Sorotan, Warga Desak Satpol PP Bertindak

oleh
oleh
ilustrasi

Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Maraknya pelajar yang merokok di tempat umum menjadi sorotan warganet di Kotawaringin Barat. Fenomena ini ramai dibicarakan di media sosial setelah sejumlah warga mengunggah keluhan terkait perilaku siswa berseragam sekolah yang berkeliaran di luar lingkungan sekolah saat jam belajar berlangsung.

Dalam berbagai unggahan, pelajar tingkat SMP hingga SMA disebut kerap terlihat berangkat atau berkendara menggunakan sepeda motor sambil merokok. Aktivitas tersebut dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan serta rendahnya kepatuhan terhadap aturan, baik lalu lintas maupun tata tertib pelajar.

Warganet juga menyoroti kebiasaan pelajar yang nongkrong di warung-warung, area rumah walet, hingga lingkungan permukiman warga. Keberadaan mereka di lokasi tersebut pada jam sekolah menimbulkan dugaan kuat adanya praktik bolos yang sudah berlangsung cukup lama.

Keresahan masyarakat semakin meningkat lantaran perilaku tersebut dinilai berdampak buruk bagi ketertiban umum. Tidak hanya merokok, sebagian unggahan juga menyebut adanya pelajar yang diduga mengonsumsi minuman keras, sehingga memicu kekhawatiran akan pengaruh negatif bagi lingkungan sekitar.

Baca Juga:  Puluhan Atlet Catur Kobar Berebut Tiket Porprov, Seleksi Digelar Dua Hari

Seorang warga Pangkalan Bun, Sopyan, Selasa (27/1), mengaku resah dengan kondisi tersebut. Ia menilai fenomena ini sudah sering terjadi dan dibiarkan berlarut-larut.
“Hampir setiap hari kami lihat anak-anak sekolah masih pakai seragam nongkrong di warung atau di sekitar rumah walet sambil merokok. Bahkan ada yang bolos sekolah dan diduga minum minuman keras. Ini sangat meresahkan warga,” ujar Sopyan.

Atas kondisi itu, masyarakat dan warganet mendorong Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kotawaringin Barat untuk kembali melakukan penertiban secara rutin. Penindakan yang dibarengi pembinaan serta koordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua dinilai penting agar perilaku menyimpang pelajar dapat ditekan dan masa depan generasi muda lebih terjaga.(bob)