PALANGKA RAYA, kaltengonline.com – Bank Indonesia (BI) menargetkan penambahan puluhan juta pengguna baru Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada 2026 sebagai bagian dari percepatan digitalisasi sistem pembayaran dan penguatan ekonomi nasional yang inklusif.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan, penguatan ekosistem digital menjadi kebijakan strategis BI untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kredibilitas bank sentral. Hal itu disampaikannya saat peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025, Rabu (28/1).
Perry optimistis ekonomi Indonesia akan terus membaik, dengan proyeksi pertumbuhan mencapai 5,7 persen pada 2026 dan meningkat menjadi sekitar 5,9 persen pada 2027, seiring inflasi yang tetap terkendali.
Di sektor sistem pembayaran, transaksi digital diperkirakan mencapai 17 miliar transaksi pada 2026. BI juga menargetkan perluasan QRIS baik dari sisi jumlah pengguna maupun kerja sama lintas negara.
“Target kami puluhan juta pengguna QRIS baru, sekaligus memperluas QRIS ke delapan negara tambahan,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, BI memperkuat sinergi dengan pemerintah, perbankan, dan dunia usaha guna mendorong hilirisasi industri, penguatan UMKM, ekonomi syariah, serta peningkatan penyaluran kredit. BI juga menyiapkan sekitar 800 talenta digital guna mempercepat transformasi ekonomi digital nasional.(bud)







