PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan insentif bagi Ketua RT, mantir adat, pendeta, ustaz, ustazah, serta tokoh agama lintas kepercayaan tetap diberikan, meskipun pemerintah daerah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.
H. Agustiar SabranPenegasan tersebut disampaikan Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran saat bertemu insan pers di Halaman Istana Isen Mulang, Sabtu (31/1).
Gubernur menegaskan bahwa RT, mantir adat, dan tokoh agama memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan sosial, penjaga harmoni masyarakat, serta mitra pemerintah di tingkat akar rumput.
“Mereka adalah garda terdepan yang membantu masyarakat. Insentif tetap kami berikan sebagai bentuk perhatian dan penghargaan,” kata Agustiar.
Ia mengakui bahwa besaran insentif yang diterima belum ideal, namun pemerintah tetap berupaya mempertahankannya di tengah keterbatasan anggaran. Menurutnya, insentif tersebut merupakan bentuk dukungan moral dan finansial atas kontribusi mereka dalam menjaga ketertiban sosial, adat, dan kehidupan keagamaan di Bumi Tambun Bungai.
Gubernur juga menyebut bahwa mantir adat memiliki peran penting dalam menjaga harkat dan martabat masyarakat Dayak, sementara RT dinilai sebagai pihak yang paling memahami kondisi sosial warga di wilayah masing-masing.
“RT tahu betul kondisi warganya. Mereka membantu pemerintah menyelesaikan banyak persoalan di tingkat lingkungan,” ujarnya. Selain itu, Pemprov Kalteng juga memastikan bantuan sosial kepada masyarakat tetap berjalan, termasuk bantuan yang disalurkan beberapa kali dalam setahun sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan. (ovi/ko)







