PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Leonard S. Ampung menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak semata diukur dari besarnya serapan anggaran, tetapi dari dampak nyata program terhadap masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Leonard saat kegiatan konsultasi publik penyusunan Rancangan Awal (Ranwal) RKPD Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2027 di Istana Isen Mulang, Senin (2/2).
Leonard mengingatkan agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tidak lagi terjebak pada pola lama yang hanya mengejar target administratif.
Menurutnya, serapan anggaran memang penting, namun bukan tujuan utama.
“Serapan anggaran itu perlu, tapi bukan tujuan akhir. Yang paling utama adalah hasil dan dampaknya bagi masyarakat.
Jangan sampai anggaran terserap, tetapi persoalan di lapangan tetap tidak selesai,” tegasnya.
Ia menilai, proses penyusunan Ranwal RKPD harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas perencanaan pembangunan daerah, dengan mengedepankan pendekatan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.
Leonard juga menekankan pentingnya penajaman program dan kegiatan OPD, terutama di tengah keterbatasan fiskal daerah. Menurutnya, tidak semua usulan kegiatan dapat diposisikan sebagai prioritas.
“Kalau semua dianggap prioritas, berarti tidak ada prioritas. Kita harus berani memilih, mana yang betulbetul berdampak dan mana yang bisa ditunda,” ujarnya.
Ia meminta OPD lebih selektif dalam mengusulkan program, termasuk memangkas kegiatan rutin yang berulang setiap tahun namun tidak menunjukkan hasil yang terukur.
Selain itu, Leonard menegaskan setiap program yang diusulkan harus memiliki indikator kinerja yang jelas dan dapat dievaluasi. Hal tersebut penting agar RKPD tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi benar-benar menjadi panduan kerja pembangunan daerah.
“Kita ingin RKPD ini bukan hanya dokumen administratif, tapi menjadi alat kerja yang konkret dan bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (*rif/ko)






