DPRD Kotim Usul Program MBG Dihentikan Sementara Selama Ramadan

oleh
DIWAWANCARAI: Anggota Komisi III DPRD Kotim, Syahbana saat diwawancarai awak media.
DIWAWANCARAI: Anggota Komisi III DPRD Kotim, Syahbana saat diwawancarai awak media.

SAMPIT, Kaltengonline.com – DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengusulkan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara selama bulan Ramadan. Usulan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap siswa yang menjalankan ibadah puasa.

Anggota Komisi III DPRD Kotim, Syahbana, menilai pelaksanaan MBG pada bulan Ramadan berpotensi mengurangi kekhusyukan siswa yang sedang berpuasa, terutama di lingkungan sekolah.

“Melihat kondisi yang ada, kami berharap selama bulan puasa program MBG bisa dihentikan sementara. Ini bentuk penghormatan kepada siswa yang menjalankan ibadah puasa,” ujar Syahbana, Jumat (6/2).

Ia menjelaskan, meskipun tidak seluruh siswa berpuasa terutama pada jenjang sekolah dasar (SD) pelaksanaan program tetap perlu mempertimbangkan nilai toleransi serta aspek religius masyarakat setempat.

Menurut Syahbana banyak orang tua yang sedang melatih anak-anak untuk belajar berpuasa. Jika MBG tetap berjalan, dikhawatirkan dapat memengaruhi kenyamanan dan kekhusyukan anak dalam menjalankan ibadah.

Baca Juga:  Soroti Ketimpangan DBH Sawit

“Kita tetap harus menghormati siswa yang berpuasa. Kekhusyukan mereka perlu dijaga,” tambahnya.

Selain pertimbangan sosial dan keagamaan, Syahbana juga menilai penghentian sementara MBG seama Ramadan berpotensi memberikan dampak positif terhadap efisiensi anggaran daerah.

“Kami mendapat informasi program ini direncanakan tetap berjalan. Namun khusus di Kotim, kami mengimbau agar bisa dihentikan sementara selama Ramadan. Selain menghormati nilai keagamaan, juga berpotensi menghemat anggaran,” jelasnya.

Politisi Partai Nasdem ini juga menegaskan, imbauan tersebut akan disampaikan kepada pihak terkait sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan. Meski demikian, DPRD tetap mendukung tujuan utama MBG dalam meningkatkan pemenuhan gizi bagi pelajar.

“Secara prinsip kami mendukung pemenuhan gizi anak. Namun Ramadan memiliki nilai religius yang harus dihormati bersama. Ini penting menjadi perhatian pemerintah,” pungkasnya.(bah/ans/ko)