Lewat Inovasi Sorgum, Palangka Raya Penuhi 100 Persen Indikator SDGs 2025

oleh
MENJELASKAN: Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menyampaikan arahan kepada seluruh jajaran ASN Kota Palangka Raya, di Kantor Wali Kota.
MENJELASKAN: Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menyampaikan arahan kepada seluruh jajaran ASN Kota Palangka Raya, di Kantor Wali Kota.

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya mencatatkan capaian membanggakan dalam pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2025. Kota Palangka Raya berhasil meraih tingkat pengisian data indikator SDGs hingga 100 persen, menjadikannya salah satu kota paling transparan dan akuntabel dari 77 kota peserta se-Indonesia.

Capaian tersebut tertuang dalam ringkasan laporan program Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) 2025. Keberhasilan ini mencerminkan komitmen kuat Pemko Palangka Raya dalam membangun sistem perencanaan dan pelaporan pembangunan yang terukur serta berbasis data.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menyampaikan, kelengkapan data SDGs menjadi fondasi penting dalam memastikan setiap kebijakan pembangunan tepat sasaran. “Skor 100 persen dalam pengisian data indikator adalah bukti bahwa perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan di Palangka Raya dilakukan secara serius, terukur, dan akuntabel,” ujarnya, Kamis (5/2).

Ia menambahkan, salah satu program strategis yang mendukung capaian tersebut adalah inovasi “Sorgum Super Food Masa Depan” atau SOFOOD MAPAN. Program ini dirancang tidak hanya sebagai solusi ketahanan pangan, tetapi juga sebagai bagian dari pemenuhan target SDGs, khususnya penghapusan kelaparan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Baca Juga:  Pemko Palangka Raya Fokus Pemerataan Pendidikan

“Sorgum bukan sekadar komoditas pertanian, tetapi solusi konkret untuk menjawab tantangan pangan dan perubahan iklim. Melalui SOFOOD MAPAN, kami ingin membuktikan bahwa Palangka Raya siap menjadi pelopor ketahanan pangan masa depan,” kata Fairid.

Lebih lanjut, ia menilai keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi lintas sektor yang terbangun dengan baik. Keterlibatan Bappenas, APEKSI, dan PT Surveyor Indonesia dalam kerangka I-SIM 2025 turut memastikan setiap inovasi daerah berjalan sesuai standar nasional.

“Kolaborasi ini penting agar inovasi daerah tidak hanya berhenti sebagai gagasan lokal, tetapi memiliki pengakuan dan dampak di tingkat nasional,” ucapnya.

Dengan predikat “The Encourager” yang diraih, Palangka Raya dinilai mampu mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat ke arah yang lebih sehat serta memperkuat praktik pertanian ramah lingkungan. Pemerintah kota pun berkomitmen untuk terus memperluas budidaya sorgum dan mengembangkan hilirisasi produknya.

“Kami ingin manfaat ekonomi dari program ini benar-benar dirasakan masyarakat, sekaligus membawa Palangka Raya melampaui target pembangunan berkelanjutan di masa mendatang,” tutup orang nomor satu di Kota Cantik ini. (ham/ans/ko)