BUNTOK, Kaltengonline.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam penanganan kebakaran dan operasi penyelamatan.
Sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang relatif baru, Damkar Barsel fokus memperkuat sumber daya manusia serta langkahlangkah pencegahan kebakaran.
Dinas Damkar dan Penyelamatan Barsel dibentuk berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 20 Tahun 2004 sebagai hasil pemekaran dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Saat ini, struktur organisasi Damkar Barsel bertipe B dan dinilai telah lengkap.
“Struktur organisasi kami terdiri dari Kepala Dinas, satu Sekretariat, serta tiga bidang utama, yakni Bidang Pencegahan, Bidang Penyelamatan dan Pemadaman Kebakaran, serta Bidang Sarana dan Prasarana.
Selain itu, juga telah dilengkapi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD),” jelas Kepala Dinas Damkar Barsel, Salafuddin, di ruang kerjanya, Jumat (6/2).
Meski secara struktur sudah terpenuhi, Salafuddin mengakui bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) masih menjadi tantangan utama. Jumlah personel dinilai cukup, namun kompetensi dan keahlian teknis perlu terus ditingkatkan melalui pelatihan dan sertifikasi.
“Fokus utama kami saat ini adalah peningkatan kualitas SDM, terutama melalui pelatihan di bidang pencegahan, penyelamatan, dan pemadaman kebakaran. Petugas harus memiliki keahlian dan sertifikasi agar pelaksanaan tugas sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP),” ujarnya.
Ia menegaskan, tugas Damkar tidak hanya sebatas memadamkan api, tetapi juga mencakup berbagai operasi penyelamatan, seperti evakuasi ular, tawon, serta penanganan kondisi darurat lainnya yang membutuhkan respons cepat.
Dari sisi sarana dan prasarana, fasilitas pemadam kebakaran secara umum masih memadai. Namun, sejumlah armada, khususnya mobil pemadam, sudah berusia cukup tua sehingga memerlukan peremajaan.
“Meski masih bisa digunakan, efektivitasnya perlu ditingkatkan, terutama untuk menghadapi kebakaran berskala besar,” katanya.
Ke depan, Dinas Damkar Barsel juga merencanakan pemetaan wilayah rawan kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat yang mayoritas bangunannya berbahan kayu. Pemetaan ini akan dibarengi dengan penentuan titik-titik sumber air.
“Pemetaan titik rawan dan sumber air sangat penting agar saat terjadi kebakaran, petugas bisa bergerak cepat dan kebakaran tidak meluas,” pungkas Salafuddin. (ena/ko)







