Fogging Saja Tak Cukup, PSN Kunci Cegah DBD di Mendawai

oleh
Arif M Norkim
Arif M Norkim

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Palangka Raya tidak bisa hanya bertumpu pada tindakan fogging semata. Partisipasi aktif masyarakat melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) justru dinilai menjadi faktor penentu dalam memutus rantai penyebaran penyakit tersebut, terutama di kawasan rawan seperti Mendawai.

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M Norkim menyoroti pentingnya kesadaran kolektif warga setelah Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya bersama UPTD Puskesmas Bukit Hindu melakukan fogging sebagai respons atas laporan kasus DBD dari masyarakat.

Arif menyampaikan apresiasi atas respons cepat jajaran kesehatan. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa fogging hanya bersifat sementara jika tidak diikuti dengan perbaikan perilaku dan kebersihan lingkungan.

“Fogging memang perlu, tapi itu hanya membasmi nyamuk dewasa. Tanpa PSN yang konsisten, jentik nyamuk tetap akan berkembang dan kasus DBD berpotensi muncul kembali,” ujarnya, Senin (9/2).

Baca Juga:  Tapping Box Dinilai Efektif Tingkatkan Pajak Daerah dan Cegah Kebocoran PAD

Ia menyebutkan, kawasan Mendawai masih tergolong wilayah dengan risiko DBD cukup tinggi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh masih ditemukannya tumpukan sampah serta barang bekas yang dapat menampung air dan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

“Kalau lingkungan dibiarkan kotor, genangan air ada di mana-mana, maka fogging tidak akan menyelesaikan masalah. Siklus DBD akan terus berulang,” tegasnya.

Untuk itu, Legislator PAN itu mengajak masyarakat agar lebih disiplin menerapkan PSN melalui gerakan 3M Plus, seperti rutin menguras dan menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan kembali barang bekas agar tidak menjadi sarang nyamuk. Upaya tambahan seperti penggunaan larvasida, memelihara ikan pemakan jentik, hingga gotong royong membersihkan lingkungan juga dinilai efektif.

“DBD tidak bisa dicegah oleh pemerintah saja. Ini harus menjadi gerakan bersama. Ketika masyarakat peduli dan aktif menjaga lingkungannya, angka DBD pasti bisa ditekan,” tutupnya. (ham/ans/ko)