Pangkalan Bun,kaltengonline.com — Usia 17 tahun menjadi penanda penting bagi PERUMDA BPR Marunting Sejahtera. Tak sekadar merayakan ulang tahun, bank milik daerah ini menjadikan momentum tersebut sebagai titik refleksi untuk memperkuat fondasi perusahaan, terutama pada aspek tata kelola dan kesehatan keuangan, agar tetap relevan di tengah dinamika industri perbankan.
Direktur Utama PERUMDA BPR Marunting Sejahtera, Amoni Hulu, menyebut usia 17 tahun sebagai fase menuju kedewasaan. Pada tahap ini, perusahaan dituntut tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh lebih disiplin, profesional, dan berkelanjutan.
“Kalau diibaratkan manusia, usia 17 tahun itu menuju dewasa. Artinya kita harus memperkuat di segala lini, baik tata kelola maupun sisi keuangan,” kata Amoni, Rabu, (11/2/2026).
Penguatan tata kelola menjadi salah satu fokus utama. Struktur manajemen kini dinilai semakin lengkap dengan terpilih dan diangkatnya Didik Hendrianto sebagai Direktur Operasional yang membawakan fungsi kepatuhan. Kehadiran fungsi ini dipandang krusial untuk memastikan seluruh aktivitas perusahaan berjalan sesuai regulasi dan prinsip kehati-hatian perbankan.
Dengan manajemen yang kian solid, BPR Marunting Sejahtera diharapkan mampu menghadapi tekanan eksternal yang tidak ringan. Persaingan perbankan semakin ketat, terutama setelah pemerintah pusat menggelontorkan likuiditas besar melalui bank-bank Himbara, yang secara langsung memengaruhi peta kompetisi di daerah.
“Kami berharap BPR Marunting Sejahtera yang lahir dari masyarakat Kotawaringin Barat tetap eksis dan mampu bersaing di tengah tantangan tersebut,” ujar Amoni.
Dari sisi kinerja keuangan, laporan tahun buku 2025 yang masih bersifat unaudited menunjukkan tren yang menggembirakan. Penyaluran kredit kepada masyarakat terus meningkat, seiring dengan pertumbuhan laba sebelum pajak yang mencapai Rp 2,2 miliar.
Capaian tersebut berdampak langsung pada kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada 2025, BPR Marunting Sejahtera menyetor sekitar Rp 1 miliar ke kas daerah. “Ini memang tujuan awal pendirian perusahaan, yakni memberi kontribusi nyata bagi daerah,” kata Amoni.
Di luar peran fiskal, BPR Marunting Sejahtera juga aktif mendorong ekonomi kerakyatan. Melalui program kredit MasBasir yang diluncurkan pada 2023, bank ini telah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp 2 miliar kepada 400 pelaku UMKM di berbagai wilayah Kotawaringin Barat.
Ke depan, perusahaan juga tengah bersiap melakukan transformasi kelembagaan dengan berubah bentuk menjadi Perseroan Terbatas (PT). Peraturan Daerah terkait perubahan tersebut telah disahkan, dan saat ini proses administrasi masih berjalan di Kementerian Hukum dan HAM, termasuk pengurusan izin prinsip dan izin usaha.
“Perubahan ini merupakan amanat undang-undang untuk memperkuat sektor jasa keuangan, agar manajemen ke depan bisa lebih lincah dalam mengambil keputusan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari strategi ekspansi, pada 2026 BPR Marunting Sejahtera merencanakan pembukaan kantor cabang di Kecamatan Pangkalan Lada, wilayah yang dinilai memiliki pertumbuhan ekonomi cukup pesat. Manajemen berharap seluruh proses perizinan dapat berjalan lancar.
Di tingkat nasional, kinerja perusahaan juga mendapat pengakuan. BPR Marunting Sejahtera tercatat menempati peringkat ke-54 BPR BUMD berkinerja keuangan terbaik versi The Asian Post/Infobank, berdasarkan penilaian terhadap laporan keuangan, permodalan, kualitas aset, rentabilitas, likuiditas, dan efisiensi.
“Penilaian ini bukan kami yang meminta. Semua berdasarkan data laporan keuangan bank yang dipublikasikan OJK,” kata Amoni, menutup pernyataannya.(bob)







