Pengembalian Fungsi Drainase Kunci Cegah Genangan di Palangka Raya

oleh
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin memperhatikan aliran drai¬nase, beberapa waktu lalu.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin memperhatikan aliran drai¬nase, beberapa waktu lalu.

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Untuk menekan risiko genangan air di wilayah perkotaan, Pemerintah Kota Palangka Raya memperkuat upaya pengembalian fungsi drainase melalui pembersihan dan penataan saluran air.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menegaskan, optimalisasi dan pengembalian fungsi drainase menjadi langkah strategis pemerintah kota dalam menekan risiko genangan air, terutama saat intensitas hujan meningkat. Menurutnya, genangan yang kerap terjadi di sejumlah titik tidak terlepas dari kondisi saluran drainase yang mengalami pendangkalan, penyumbatan sampah, hingga alih fungsi yang tidak sesuai peruntukan.

“Drainase ini seharusnya berfungsi sebagai jalur air. Ketika terjadi penyumbatan atau bahkan tertutup bangunan, air tidak bisa mengalir dan akhirnya menimbulkan genangan,” ujar Fairid, Selasa (10/2).

Ia menjelaskan, Pemko Palangka Raya secara bertahap melakukan pembersihan saluran, normalisasi drainase, serta penataan ulang kawasan yang selama ini menghambat aliran air. Upaya tersebut tidak hanya difokuskan pada kawasan jalan utama, tetapi juga menyasar lingkungan permukiman yang rawan tergenang.

“Kami tidak hanya membersihkan, tetapi juga mengembalikan fungsi drainase sesuai perencanaan. Ini penting agar sistem pengaliran air bekerja maksimal,” katanya.

Baca Juga:  Lewat Inovasi Sorgum, Palangka Raya Penuhi 100 Persen Indikator SDGs 2025

Fairid menambahkan, optimalisasi drainase merupakan bagian dari penataan infrastruktur kota yang berkelanjutan, seiring dengan pertumbuhan wilayah dan meningkatnya aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, perbaikan drainase harus dilakukan secara terintegrasi dengan pembangunan jalan dan fasilitas umum lainnya.

“Pembangunan harus seimbang. Jalan dibangun, drainasenya juga harus siap. Kalau tidak, genangan akan terus berulang,” tegasnya.

Orang nomor satu di Ibu Kota Provinsi Kalteng ini juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah ke saluran air. Menurutnya, keberhasilan pengendalian genangan tidak akan tercapai tanpa dukungan aktif warga.

“Kami mengajak masyarakat untuk ikut menjaga drainase di lingkungannya masing-masing. Jangan sampai saluran air justru menjadi tempat sampah,” ujarnya.

Ia berharap, melalui pengembalian fungsi drainase secara konsisten dan berkelanjutan, persoalan genangan air di Kota Palangka Raya dapat diminimalisasi, sekaligus menciptakan lingkungan kota yang lebih tertata, nyaman, dan aman bagi aktivitas masyarakat. (ham/ans/ko)