Penghargaan I-SIM 2025 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Palangka Raya

oleh
Hap Baperdu
Hap Baperdu

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Masuknya Kota Palangka Raya dalam 10 besar kota terbaik nasional pada ajang Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) for Cities 2025 dinilai sebagai capaian strategis yang harus diikuti dengan penguatan implementasi kebijakan di lapangan.

Wakil Ketua I Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu menegaskan, penghargaan tersebut tidak boleh berhenti pada pengakuan administratif, melainkan harus menjadi tolak ukur nyata dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi. Yang paling penting adalah bagaimana kebijakan pembangunan berkelanjutan benar-benar memberi dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Hap, Selasa (10/2).

Menurut Hap, skor 65,16 yang diraih Palangka Raya mencerminkan adanya keseriusan pemerintah daerah dalam mengintegrasikan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) ke dalam perencanaan pembangunan. Namun demikian, ia mengingatkan tantangan terbesar terletak pada konsistensi pelaksanaan di tingkat bawah.

“Masuk 10 besar nasional tentu membanggakan, apalagi dengan kategori The Encourager. Tapi tantangannya justru setelah ini, bagaimana komitmen itu terus dijaga dan diperkuat dalam program nyata,” katanya.

Baca Juga:  Fogging Saja Tak Cukup, PSN Kunci Cegah DBD di Mendawai

Ia menilai, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor yang selama ini terbangun antara pemerintah daerah, DPRD, serta partisipasi masyarakat. DPRD, kata Hap, akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar program-program berbasis SDGs tetap berjalan sesuai tujuan.

“Kami di DPRD siap mendukung melalui penganggaran dan pengawasan. Prinsipnya, pembangunan harus inklusif dan tidak meninggalkan kelompok rentan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Politisi senior asal PSI ini mendorong agar capaian nasional ini dijadikan momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama di sektor ekonomi kerakyatan, lingkungan hidup, dan kesejahteraan sosial.

“Keberlanjutan itu bukan hanya soal lingkungan, tapi juga soal keadilan sosial dan ekonomi. Masyarakat harus benar-benar merasakan manfaatnya,” bebernya.

Ia berharap Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya dapat mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi tersebut melalui kebijakan pembangunan jangka panjang yang konsisten dan berorientasi pada keberlanjutan. (ham/ans/ko)