“ Namun, saat kembali ke lokasi, pelapor justru mengalami kekerasan. Berkat bantuan masyarakat setempat, ia berhasil melarikan diri dan kemudian menghubungi GDAN serta salah seorang aparat hukum tingkat Provinsi untuk meminta bantuan. Berkat bantuan seorang aparat hukum di Kota Palangka Raya, GDAN berhasil mengevakuasi pelapor keluar dari Kuala Pembuang menuju Sampit dan Palangka Raya “ kata Ari Yunus.
Untuk memastikan keamanan pelapor yang keberadaannya terancam, GDAN siap mendampingi pelapor, untuk meminta perlindungan adat kepada Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Tengah. Selain itu, GDAN siap mendampingi pelapor untuk membuat laporan Polisi ke Ditreskrimum Polda Kalteng serta Bidang Propam Polda Kalteng, terkait dugaan penganiayaan yang dialaminya, serta adanya dugaan pengancaman oleh terduga oknum aparat hukum, tambah Ari Yunus
“ Pengancaman terhadap pelapor masih terjadi, dimana ada beberapa orang tidak dikenal, menggunakan mobil mencarinya di Kota Palangka Raya, karena itu untuk memastikan keselamatan sang pelapor, Negara harus hadir untuk melindungi pelapor “ tegas Ari Yunus
Ditempat yang sama, Ingkit Djaper, selaku Wakil Ketua Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak Provinsi Kalteng ( BATAMAD ), yang juga salah satu pendiri GDAN mengatakan, kepada pihaknya, pelapor menyampaikan alasan mendasar mengapa ia nekat melaporkan sang ayah menjadi terduga bandar besar sabu-sabu, karena ia tidak tega melihat sudah banyak orang hancur akibat narkoba, apalagi cukup banyak yang menjadi korbannya adalah anak-anak di bawah umur. Bahkan pelapor mengaku, kehidupan keluarga mereka hancur akibat barang haram tersebut.
Dalam video yang direkam GDAN, pelapor juga mengaku, ia sangat mengetahui dugaan keterlibatan oknum aparat hukum dengan inisial R.A dan T, dalam peredaran narkoba yang dilaporkannya tersebut kepada GDAN. Karena dengan mata kepala sendiri ia melihat sang oknum sering datang ke rumah ayahnya untuk mengonsumsi sabu-sabu, bahkan terkadang, sang oknum ikut membungkus sabu-sabu.
“ Dengan mata kepala sendiri, sang pelapor melihat sang oknum aparat hukum datang ke rumah Ayahnya dan mengonsumsi sabu-sabu bersama-sama, hingga ikut membungkus sabu-sabu “ kata pelapor kepada GDAN.(bud)







