Perkuat Ekraf, Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

oleh
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini (pojok kiri) mengikuti acara ramah tamah bersama Staf Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, di Istana Isen Mulang, Selasa (10/2).
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini (pojok kiri) mengikuti acara ramah tamah bersama Staf Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, di Istana Isen Mulang, Selasa (10/2).

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus mendorong penguatan ekonomi kreatif sebagai salah satu strategi meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin melalui Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menegaskan bahwa sektor kreatif memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena berbasis pada kekayaan budaya dan karya lokal.

Menurut Zaini, pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya terbatas pada produk kerajinan, tetapi juga mencakup sektor budaya dan pariwisata yang memiliki nilai jual tinggi. “Potensi yang bisa meningkatkan perekonomian di daerah ini adalah dengan mengembangkan hal-hal yang bersifat kreatif, seperti pengembangan ekonomi kreatif. Di dalamnya ada budaya, hasil karya, hingga sektor wisata,” ujar Achmad Zaini ketika ditemui selepas pertemuan di Istana Isen Mulang, Selasa (10/2).

Ia menyampaikan, sejumlah produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Palangka Raya saat ini bahkan telah menembus pasar internasional. Pemerintah pun aktif menjalin kerja sama dengan buyer dari luar negeri untuk memperluas akses pasar, termasuk ke New Zealand.

“Produk IKM kita sudah mulai melebarkan sayap ke pasar internasional. Kami menggandeng buyer agar produk lokal bisa dipasarkan hingga ke New Zealand,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pengembalian Fungsi Drainase Kunci Cegah Genangan di Palangka Raya

Tak hanya membuka akses pasar, Pemko juga menghadirkan dukungan pembiayaan guna memperkuat daya saing pelaku usaha. Pemerintah telah mengundang lembaga pembiayaan ekonomi untuk membantu proses ekspor dan pengembangan usaha IKM di Palangka Raya.

“Kami juga mengundang lembaga pembiayaan ekonomi agar bisa membantu pembiayaan ekspor IKM Kota Palangka Raya, sehingga pelaku usaha tidak terkendala dari sisi modal,” jelas Zaini.

Lebih lanjut, ia menegaskan, penguatan ekonomi kreatif di daerah tetap sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. Namun demikian, ciri khas dan identitas lokal tetap menjadi perhatian utama agar tidak tergerus arus globalisasi.

“Kami tegak lurus dengan pemerintah pusat, tetapi produk IKM harus tetap menjaga karakteristik daerah. Identitas lokal tidak boleh hilang,” tegasnya.

Dengan langkah-langkah itu, Pemko Palangka Raya optimistis ekonomi kreatif dapat menjadi motor penggerak baru perekonomian daerah, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal ke kancah internasional. (ham/ans/ko)