PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Yudhi Karlianto Manan, mendorong generasi muda untuk mengambil peran dalam menjaga stabilitas harga pangan, khususnya komoditas cabai keriting yang kerap mengalami lonjakan harga saat permintaan meningkat.
Menurut Yudhi, fluktuasi harga cabai hampir selalu terjadi pada momen tertentu, seperti hari besar keagamaan maupun saat pasokan terbatas. Kondisi ini, kata dia, seharusnya bisa diantisipasi dengan memperkuat produksi lokal melalui partisipasi masyarakat, terutama kalangan muda.
Ia mengajak anak-anak muda memanfaatkan lahan kosong maupun pekarangan rumah untuk menanam cabai keriting sebagai langkah sederhana namun berdampak nyata. “Kami mengajak seluruh pihak, terutama generasi muda, agar bisa turut andil dalam menjaga stabilitas harga cabai. Menanam cabai keriting di lahan kosong atau pekarangan rumah bisa menjadi solusi yang efektif dan mudah dilakukan,” ujar Yudhi, Kamis (12/2).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai, gerakan menanam cabai tidak hanya berdampak pada pengendalian harga di pasaran, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi keluarga.
“Selain membantu menekan kenaikan harga di pasaran, menanam cabai keriting juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga. Kalau dikelola dengan serius, hasilnya cukup menjanjikan,” katanya.
Yudhi juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendukung minat generasi muda di sektor pertanian. Ia mendorong adanya program pelatihan dan pendampingan agar anak muda tidak hanya tertarik menanam, tetapi juga memahami teknik budidaya yang baik hingga strategi pemasaran.
“Bertani cabai ini bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi generasi muda. Pemerintah daerah perlu memberikan dukungan berupa pelatihan dan pendampingan agar mereka bisa sukses dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan semakin banyaknya anak muda yang terlibat dalam budidaya cabai keriting, Yudhi optimistis Kota Palangka Raya dapat memperkuat ketahanan pangan daerah dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar wilayah.
“Kalau produksi lokal kita kuat, harga akan lebih stabil dan kita tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah,” tutupnya. (ham/ans/ko)







