Kalteng Mantap Jadi Lumbung Pangan Nasional, Pemprov Perkuat Produksi dan Lindungi Lahan Sawah

oleh
Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo bersama jajaran, unsur forkopimda dan petani menaiki mesin panen saat kegiatan Panen Perdana Padi di Desa Tahai Jaya, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Selasa (10/2).
Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo bersama jajaran, unsur forkopimda dan petani menaiki mesin panen saat kegiatan Panen Perdana Padi di Desa Tahai Jaya, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Selasa (10/2).

PULANG PISAU, Kaltengonline.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan komitmennya memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Panen Perdana Padi di Desa Tahai Jaya, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Selasa (10/2), yang dihadiri Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo, mewakili Gubernur H. Agustiar Sabran.

Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan Wakil Gubernur, ditegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian, termasuk peternakan dan perikanan, menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Provinsi Kalteng. Upaya ini sejalan dengan program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Pembangunan sektor pertanian menjadi salah satu fokus saya selaku Gubernur Kalimantan Tengah bersama Bapak Wakil Gubernur. Kemajuan sektor pertanian adalah kunci untuk mewujudkan swasembada pangan,” ujar Wagub membacakan sambutan Gubernur.

Pemerintah Provinsi mendorong seluruh kabupaten dan kota di Kalteng untuk memiliki Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), dengan meningkatkan produksi pertanian di wilayah masing-masing. Gubernur juga menegaskan pentingnya melindungi Lahan Baku Sawah (LBS) agar tidak dialihfungsikan untuk kepentingan di luar program ketahanan pangan.

“Lahan pertanian yang sudah ada harus dipertahankan dan dioptimalkan. Lahan Baku Sawah tidak boleh berubah fungsi untuk kepentingan di luar program ketahanan pangan,” tegasnya.

Dia juga menyampaikan, capaian signifikan Pemerintah Provinsi Kalteng, antara lain melalui Program Cetak Sawah Rakyat seluas 21 ribu hektare dan Optimasi Lahan (Oplah) seluas 6.882 hektare. Langkah ini dinilai sebagai strategi besar untuk menjadikan Kalimantan Tengah sebagai lumbung pangan nasional.

“Ini adalah langkah besar pemerintah dalam mewujudkan Kalimantan Tengah sebagai lumbung pangan nasional,” katanya.

Untuk mendukung swasembada beras, Pemprov Kalteng telah menyiapkan berbagai Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) bagi kelompok tani, serta mengembangkan hilirisasi pertanian melalui pembangunan Rice to Rice (RTR) dan Rice Milling Unit (RMU). Infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus nilai tambah hasil panen petani.

Baca Juga:  Wahyudie F Dirun Kembali Pimpin PWNU Kalteng

Sementara itu,  Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran secara langsung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalteng dalam mendukung kebijakan nasional yang menetapkan wilayah tersebut sebagai lumbung pangan nasional, sebuah program strategis yang dinilai krusial bagi masa depan ketahanan pangan Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur dalam acara Silaturahmi dan Ramah Tamah Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Republik Indonesia di Istana Isen Mulang, Selasa (10/2).

Ia menilai bahwa program lumbung pangan merupakan kebijakan besar yang memiliki nilai strategis, tidak hanya bagi Kalteng, tetapi juga bagi kepentingan nasional secara luas.

“Kami sangat mendukung program Presiden tentang lumbung pangan. Ini program mulia dan harus berhasil,” ujar Agustiar.

Gubernur mengungkapkan bahwa sejak awal masa kepemimpinannya, Pemprov Kalteng telah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian, untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan kebutuhan daerah serta tidak menimbulkan dampak sosial bagi masyarakat setempat.

“Kami tidak ingin program besar ini gagal. Ini menyangkut masa depan pangan Indonesia,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan program lumbung pangan harus didukung tata kelola yang baik, kesiapan daerah, serta sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Menurutnya, kebijakan pangan berskala nasional membutuhkan perencanaan matang agar tidak mengulangi kegagalan program serupa di masa lalu.

Selain sebagai strategi ketahanan pangan nasional, Agustiar juga menilai program ini berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan agroindustri di Kalteng.

Ia menegaskan bahwa Pemprov Kalteng berkomitmen memastikan masyarakat daerah menjadi bagian dari manfaat program, bukan hanya sebagai penonton dalam proyek berskala nasional. Oleh sebab itu, kegiatan panen perdana ini menjadi simbol optimisme baru bagi sektor pertanian Kalteng, sekaligus menegaskan langkah strategis daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan mewujudkan Kalteng Berkah, Maju, dan Sejahtera. (ovi/ko)