KASONGAN, Kaltengonline.com – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Katingan melakukan aksi jemput bola dengan menggelar pembinaan Sepuluh Program Pokok PKK di Aula Kecamatan Katingan Tengah, Kamis (12/2).
Langkah ini diambil untuk memastikan program kerja PKK di tingkat akar rumput berjalan selaras dengan prioritas pemerintah daerah, terutama dalam penanganan stunting dan penguatan ekonomi.
Ketua TP PKK Kabupaten Katingan Sumiati Saiful menegaskan, gerakan PKK tidak boleh terjebak dalam rutinitas seremonial. Menurutnya, setiap program harus berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.
“Program tidak boleh berhenti di kegiatan seremonial. Yang dibutuhkan adalah pendampingan berkelanjutan, monitoring, dan kolaborasi lintas sektor agar perubahan benar-benar terjadi di tingkat keluarga,” tegas Sumiati dalam arahannya.
Dalam pembinaan tersebut, Sumiati memetakan sejumlah isu krusial yang harus menjadi fokus setiap Kelompok Kerja (Pokja). Dimana untuk Pokja I, harus melakukan pencegahan pernikahan usia anak dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba.
Lalu Pokja II, diminta untuk melakukan peningkatan literasi dan penguatan ekonomi keluarga melalui UMKM. Kemudkan Pokja III, harus melakukan pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan mandiri. Terakhir Pokja IV diminta melakukan penguatan gizi ibu dan anak serta pemenuhan gizi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk mencegah stunting.
Sementara dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Katingan Ponny Natalia memberikan catatan mengenai kondisi fiskal daerah. Dia mengungkapkan adanya pengurangan signifi kan pada alokasi anggaran desa di tahun 2026.
Meski demikian, Ponny meminta para kader tidak patah semangat. “Keterbatasan anggaran justru menuntut inovasi, kolaborasi, dan ketepatan sasaran program. PKK memiliki modal sosial yang kuat untuk memastikan program tetap berdampak,” ujarnya.
Ditempat yang sama Camat Katingan Tengah Purwoko menyambut baik pembinaan ini sebagai momentum evaluasi. Dia mengakui, meski PKK telah berkontribusi besar dalam edukasi gizi di Posyandu dan pemberdayaan ekonomi melalui UP2K, masih terdapat kendala teknis di lapangan.
“Kami jujur mengakui masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan di lapangan. Momentum ini kami nantikan agar program yang dijalankan selaras dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten,” kata Purwoko. (eri/ko)







