Diharapkan Jadi Pusat Kuliner dan Pemberdayaan UMKM
MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Nuansa Ramadan kian terasa di Kabupaten Barito Utara dengan diresmikannya Pasar Wadai Ramadan 1447 Hijriah yang dipusatkan di kawasan Masjid Shirathal Mustaqym, Jalan Imam Bonjol, Kamis (19/2).
Peresmian pasar musiman tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Barito Utara Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Sonadia Y Tingan, didampingi jajaran pimpinan perangkat daerah (PD) setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Shalahuddin menjelaskan bahwa lokasi Pasar Wadai tahun ini mengalami perubahan sebagai tindak lanjut atas aspirasi masyarakat serta hasil diskusi bersama OPD.
“Tahun ini Pasar Wadai kita gelar di lokasi yang berbeda dari tahun sebelumnya. Perpindahan ini berdasarkan masukan masyarakat dan pertimbangan teknis dari PD,” ujar Shalahuddin saat meninjau lapak pedagang.
Ia mengungkapkan, lokasi sebelumnya di kawasan Water Front City dinilai rawan banjir sehingga berpotensi mengganggu aktivitas jual beli. Sementara lokasi di depan SMAN 1 Muara Teweh dianggap terlalu padat dan dikhawatirkan mengganggu proses belajar mengajar.
“Kami ingin kenyamanan masyarakat tetap terjaga tanpa mengorbankan aktivitas pendidikan. Alhamdulillah, lokasi di depan masjid ini dinilai paling representatif,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Barito Utara, Dewi Handayani, melaporkan bahwa Pasar Wadai Ramadan 1447 H akan berlangsung sepanjang bulan puasa, mulai 19 Februari hingga 16 Maret 2026.
“Pasar Wadai ini kami rancang sebagai pusat kuliner Ramadan agar masyarakat mudah mendapatkan aneka takjil dan hidangan berbuka puasa dalam satu kawasan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tahunan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat perputaran ekonomi, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pelestarian kuliner khas daerah.
“Selain menggerakkan ekonomi, Pasar Wadai juga menjadi ruang interaksi sosial dan rekreasi warga selama menjalankan ibadah puasa,” tambahnya.
Antusiasme pedagang pada penyelenggaraan tahun ini terbilang tinggi. Sebanyak 85 pelaku usaha tercatat ambil bagian, terdiri dari 35 pedagang kue basah, 26 pedagang aneka makanan, serta 20 stan penyedia minuman segar. (ren/ko)







