PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) mempercepat pemerataan layanan kesehatan hingga ke wilayah terpencil dengan menyiapkan dokter spesialis, penguatan rumah sakit rujukan, serta armada bus medis keliling. Langkah ini menjadi bagian dari integrasi program Kartu Huma Betang yang memungkinkan warga ber-KTP Kalteng memperoleh layanan kesehatan secara lebih mudah.
Komitmen tersebut ditegaskan Pemerintah Provinsi Kalteng dalam rangka menutup kesenjangan akses kesehatan akibat kondisi geografis yang luas dan menantang. Melalui kebijakan ini, pemerintah daerah memastikan masyarakat pedalaman tidak lagi bergantung sepenuhnya pada rujukan jarak jauh ke ibu kota provinsi.
Gubernur H. Agustiar Sabran menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas utama. Namun demikian, ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah kabupaten/kota untuk tetap mengoptimalkan kepesertaan dan layanan BPJS Kesehatan, agar pembiayaan tidak bertumpu pada satu level pemerintahan, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Untuk menjaga keberlanjutan akses layanan, pemerintah provinsi menyiapkan skema cadangan agar warga dengan KTP setempat tetap terlindungi, sembari mendorong daerah memperkuat perannya masing-masing.
Terobosan lain yang disiapkan adalah layanan jemput bola ke desa-desa terpencil. Sebanyak 14 unit bus medis akan dioperasikan dengan dukungan dokter spesialis, sehingga pelayanan rujukan dasar dapat dilakukan langsung di lokasi warga. Kehadiran bus medis ini diharapkan memangkas waktu tempuh dan biaya, sekaligus mengurangi beban rujukan ke rumah sakit besar.
Penguatan fasilitas rujukan juga menjadi fokus. Saat ini, rumah sakit dengan layanan relatif lengkap masih terpusat di RSUD dr. Doris Sylvanus di Palangka Raya dan RSUD Hanau di Kabupaten Seruyan. Pemerintah provinsi menilai RSUD Hanau memiliki peran strategis sebagai penyangga layanan rujukan wilayah barat dan pesisir, sehingga pengembangannya terus didorong untuk mengurangi ketimpangan layanan antarwilayah.
“Kami tidak ingin masyarakat pedalaman harus selalu dirujuk jauh ke RSUD Doris Sylvanus atau RSUD Hanau hanya untuk bertemu dokter spesialis. Karena itu, kami siapkan bus medis dengan tenaga spesialis agar pelayanan bisa hadir lebih dekat dan cepat dirasakan masyarakat,” ujar, Jumat (20/2).
Masalah kekurangan dokter spesialis di sejumlah kabupaten/kota juga menjadi perhatian serius. Pemerintah provinsi telah menjalankan program percepatan pemenuhan tenaga spesialis, dengan puluhan dokter yang telah menyelesaikan pendidikan spesialis melalui dukungan daerah. Ke depan, jumlah tersebut ditargetkan meningkat dan disebar merata ke seluruh kabupaten/kota di Kalteng.
Dengan kombinasi penyediaan dokter spesialis, optimalisasi rumah sakit rujukan seperti RSUD Hanau, serta pengoperasian bus medis ke pedalaman, Pemprov Kalteng menegaskan arah kebijakan kesehatan yang berfokus pada pemerataan layanan. Strategi ini diharapkan mampu menjawab tantangan geografis sekaligus memastikan hak kesehatan masyarakat terpenuhi tanpa terkendala jarak dan waktu. (ovi/ko)







