Bupati Barut Tekankan Transparansi Kelola Anggaran Rp3,2 Triliun

oleh
Bupati Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Sonadia Y Tingandi saat kegiatan groundbreaking proyek infrastruktur di halaman Rumah Jabatan Bupati Barito Utara, Rabu (18/2).
Bupati Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Sonadia Y Tingandi saat kegiatan groundbreaking proyek infrastruktur di halaman Rumah Jabatan Bupati Barito Utara, Rabu (18/2).

MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Memasuki tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Barito Utara memulai langkah strategis dalam pembangunan infrastruktur dengan menekankan tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut ditandai langsung oleh Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, saat meresmikan proyek perluasan ruas jalan di Muara Teweh, Rabu (18/2).

Pembangunan infrastruktur tahun ini mendapat perhatian khusus mengingat total anggaran daerah yang dikelola mencapai Rp3,2 triliun, tertinggi di Provinsi Kalimantan Tengah. Besarnya anggaran tersebut, menurut Bupati, harus diimbangi dengan pengawasan ketat agar tidak membuka ruang bagi praktik menyimpang.

“Kami sadar, anggaran besar membawa konsekuensi besar pula terhadap tuntutan akuntabilitas. Karena itu, sejak awal seluruh proses kami kawal dengan pendampingan aparat pengawas,” tegas Shalahuddin.

Ia menekankan, seluruh pelaksana teknis di lapangan wajib bekerja sesuai regulasi yang berlaku, tanpa penafsiran yang dapat menjerumuskan pada pelanggaran hukum. Untuk memastikan hal tersebut, Pemkab Barito Utara menggandeng Kejaksaan Negeri Barito Utara sebagai mitra pengawasan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan proyek.

Baca Juga:  Bupati dan Wabub Resmikan Pasar Wadai

“Kami ingin progres proyek bisa diakses dan dipantau secara terbuka. Transparansi ini menjadi benteng agar tidak ada ruang permainan di luar prosedur,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Shalahuddin juga mengungkapkan pesan yang diterimanya dari mantan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, yang menurutnya menjadi pengingat kuat tentang makna amanah jabatan publik.

“Beliau berpesan agar kami bekerja sungguh-sungguh dan tidak menyia-nyiakan kepercayaan rakyat. Pesan itu selalu saya sampaikan kepada seluruh jajaran,” ungkapnya.

Tak hanya kepada aparatur pemerintah, peringatan tegas juga disampaikan kepada para kontraktor dan pekerja proyek. Bupati menekankan tidak boleh ada upaya mengambil keuntungan di luar ketentuan maupun ikut campur dalam hal yang bukan kewenangannya.

“Kalau rezeki halal, pasti sampai tanpa perlu jalan pintas. Fokus saja bekerja sesuai porsi masing-masing. Jangan ada cawe-cawe yang tidak pada tempatnya,” tegasnya menutup pernyataan. (ren/ko)