Dorong Perusahaan Salurkan Bantuan Beras Lebih Besar di Bulan Ramadan

oleh
Bupati Kotim, H Halikinnor meninjau pasar Ramadan, usai membuka Pasar Ramadan di Taman Kota Sampit, pekan lalu.
Bupati Kotim, H Halikinnor meninjau pasar Ramadan, usai membuka Pasar Ramadan di Taman Kota Sampit, pekan lalu.

SAMPIT, Kaltengonline.com – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), H Halikinnor mendorong seluruh satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) untuk lebih aktif berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan di wilayah Kotim guna menggalang bantuan. Hal tersebut disampaikannya usai memberikan amanat dalam pembukaan Pasar Ramadan di Taman Kota Sampit, beberapa waktu lalu. Ia menilai potensi bantuan dari sektor swasta masih sangat besar, namun belum digarap secara maksimal.

“Tadi saya dengar bantuannya cuma 50 kilo per perusahaan. Padahal perusahaan kita cukup banyak, potensinya besar. Tinggal bagaimana kita menggalinya. Kita harap bisa dilakukan tahun depan,” ujarnya.

Menurutnya, Ramadan merupakan momentum penuh berkah yang seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian sosial. Ia meyakini setiap perusahaan memiliki anggaran atau dana taktis yang bisa dialokasikan untuk membantu masyarakat.

“Saya yakin perusahaan, apalagi ini bulan penuh rahmat, pasti ada dana yang mereka siapkan untuk membantu. Tinggal kita minta saja, satu ton atau minimal satu kuintal per perusahaan. Itu sudah sangat banyak,” katanya.

Baca Juga:  Ragam Kuliner Variatif, Pasar Ramadan Sampit Jadi Penggerak UMKM Lokal Kotim

Ia menyebutkan, perusahaan di Kotim tidak hanya bergerak di sektor perkebunan, tetapi juga pertambangan dan sektor lainnya yang memiliki kemampuan untuk berkontribusi lebih besar.

Bantuan tersebut, lanjutnya, tidak hanya bisa disalurkan ke pondok pesantren, tetapi juga kepada masyarakat kurang mampu yang tersebar di berbagai wilayah. Pemerintah daerah diminta melakukan pendataan agar penyaluran tepat sasaran.

“Bisa kita inventarisir warga yang kurang mampu. Dengan bantuan beras 20 sampai 25 kilo saja, itu sudah sangat membantu di bulan puasa. Apalagi di bulan Ramadan, waktu dan tenaga orang bekerja terbatas,” ungkap Halikinnor.

Ia berharap pola penggalangan bantuan seperti ini dapat terus diperkuat, tidak hanya tahun ini tetapi juga pada Ramadan berikutnya, sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas. (mif/ans/ko)