Jalan Poros Tualan Hulu Akhirnya Ditimbun

oleh
Jalan poros di Kecamatan Tualan saat diperbaiki oleh pihak perusahaan yang ada di wilayah tersebut dengan mengunakan dana CSR, Jumat (20/2).
Jalan poros di Kecamatan Tualan saat diperbaiki oleh pihak perusahaan yang ada di wilayah tersebut dengan mengunakan dana CSR, Jumat (20/2).

DPRD Kotim Apresiasi Peran CSR 11 Perusahaan Sawit

SAMPIT, Kaltengonline.com – Upaya gotong royong sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit dalam memperbaiki jalan poros di Kecamatan Tualan Hulu mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun. Ruas jalan yang selama ini menjadi langganan banjir kini mulai ditangani agar kembali layak dilintasi masyarakat.

Rimbun menyampaikan penghargaan khusus kepada perusahaan-perusahaan yang terlibat, terutama karena perbaikan dilakukan di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

“Kami dari DPRD Kotim, khususnya perwakilan Dapil V, menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian perusahaan yang turun langsung bergotong royong memperbaiki jalan poros Tualan Hulu,” ujar Rimbun, Senin (23/2).

Perbaikan dilakukan pada ruas jalan di Desa Mirah dengan lebar sekitar 10 meter dan panjang kurang lebih 500 meter. Jalan tersebut merupakan jalur utama penghubung Desa Mirah menuju Desa Luwuk Sampun. Penimbunan dilakukan hingga setinggi sekitar dua meter untuk mengatasi genangan air yang kerap muncul saat hujan deras, yang selama ini menghambat mobilitas warga.

Pengerjaan infrastruktur darurat itu dibiayai melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari 11 perusahaan sawit yang beroperasi di wilayah Tualan Hulu dan sekitarnya.

Baca Juga:  Taman Miniatur Budaya Sampit Terbengkalai

Menurut Rimbun, kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta menjadi kunci percepatan pembangunan infrastruktur, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak langsung pada kapasitas fiskal daerah.

“Dengan keterbatasan anggaran, peran dunia usaha melalui CSR menjadi solusi nyata agar pembangunan tidak berhenti. Ini contoh kolaborasi yang patut ditiru,” tegasnya.

Ia juga menekankan, kehadiran perusahaan di suatu wilayah harus membawa manfaat konkret bagi masyarakat sekitar, bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dalam peningkatan kualitas infrastruktur dasar.

“Jalan adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dari jalur inilah distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan bergantung. Sudah semestinya perusahaan turut ambil bagian dalam menjawab kebutuhan mendasar warga,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Rimbun mendorong seluruh perusahaan yang beroperasi di Kotim agar lebih proaktif memetakan persoalan di wilayah sekitar operasionalnya, serta berkontribusi nyata melalui program CSR yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya perbaikan infrastruktur desa. (bah/ans/ko)