33 Ribu Warga Kotim Terima Kartu Huma Betang Sejahtera

oleh
Bupati Kotim, H Halikinnor menghadiri rapat daring sosialisasi Kartu Huma Betang Sejahtera, Rabu (25/2).
Bupati Kotim, H Halikinnor menghadiri rapat daring sosialisasi Kartu Huma Betang Sejahtera, Rabu (25/2).

Bupati Pastikan Pengawasan Ketat Hingga ke Desa

SAMPIT, Kaltengonline.com – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi daerah dengan jumlah penerima bantuan terbanyak di Kalimantan Tengah. Dalam program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) tahun ini, sebanyak 33.116 warga Kotim masuk dalam daftar penerima manfaat.

Bupati Kotim, Halikinnor menegaskan pemerintah daerah siap mengawal pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai ketentuan. Komitmen itu disampaikan usai mengikuti sosialisasi implementasi KHBS yang digelar Pemerintah Kalimantan Tengah secara daring, Rabu (25/2).

“Pemkab Kotim siap mendukung penuh. Kami bersama OPD, camat hingga kepala desa akan mengawal pelaksanaan di lapangan supaya tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menyebut, kehadiran lengkap jajaran pemerintah daerah dalam rapat sosialisasi menjadi bentuk keseriusan mendukung program bantuan sosial tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor penting agar distribusi tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

Dalam skema bantuan, setiap penerima memperoleh uang tunai sebesar Rp250 ribu. Kemudian bantuan beras 5 kilogram per bulan. Untuk dua bulan alokasi, total beras yang diterima mencapai 10 kilogram per orang. Pemerintah daerah menargetkan penyaluran rampung paling lambat lima hari sebelum Lebaran.

Baca Juga:  Wabup Sidak Pasar PPM

“Ini sangat membantu, terutama menjelang hari raya ketika kebutuhan masyarakat meningkat,” katanya.

Selain Kartu Huma Betang, Kotim juga tercatat menerima Bantuan Presiden untuk 37.754 warga. Halikinnor memastikan tidak akan terjadi tumpang tindih penerimaan bantuan, khususnya pada komponen sembako.

“Kalau sudah menerima sembako dari Banpres, maka dari KHBS tidak lagi mendapat sembako. Tapi bantuan tunainya tetap diterima. Ini supaya pembagiannya merata,” jelasnya.

Ia berharap berbagai bantuan tersebut dapat menjaga daya beli masyarakat serta meringankan beban warga kurang mampu. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus melakukan pengawasan hingga proses distribusi selesai seluruhnya. (mif/ans/ko)