PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Kenyamanan masyarakat Palangka Raya terganggu akibat maraknya balap liar di jalan protokol. Menyikapi hal itu, Wali Kota Fairid Naparin mendesak aparat untuk segera melakukan penindakan.
Menurut Fairid, keberadaan balap liar yang kerap disertai penggunaan knalpot brong tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga membahayakan keselamatan para pelaku maupun pengguna jalan lainnya. “Aksi balapan liar yang disertai penggunaan knalpot brong ini sangat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Fairid, Kamis (26/2) Ia menegaskan, tindakan tegas dari aparat penegak hukum sangat diperlukan guna memberikan efek jera kepada para pelaku. Terlebih, aksi tersebut dinilai semakin meresahkan masyarakat karena dilakukan di ruang publik yang seharusnya menjadi akses bersama secara aman dan nyaman.
“Oleh karena itu, kami meminta pihak kepolisian untuk melakukan tindak tegas terhadap aksi balapan liar, karena jelas sangat mengganggu kenyamanan dan aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Fairid menambahkan, langkah penindakan bukan semata-mata untuk menghukum. Tetapi demi menjaga keselamatan bersama serta menciptakan situasi kota yang aman dan kondusif. “Semua itu demi keselamatan dan keamanan bersama, serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pelaku balap liar mayoritas merupakan kalangan remaja dan bahkan anak-anak di bawah umur yang masih berstatus pelajar. Kondisi ini menurutnya memerlukan perhatian serius, tidak hanya dari aparat, tetapi juga dari lingkungan keluarga.
Tak dipungkiri, aksi tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat dan mengganggu pengguna jalan, terutama ketika dilakukan pada malam hari maupun menjelang waktu ibadah. Apalagi saat bulan Ramadan, ketika masyarakat tengah menjalankan ibadah, kebisingan knalpot brong dinilai sangat mengganggu kekhusyukan.
“Dalam konteks ini kami juga minta peran para orang tua agar tidak bosan menasihati anaknya untuk tidak ikut balapan liar, karena itu sangat membahayakan,” tandas Fairid.
Pemerintah Kota Palangka Raya pun berharap adanya sinergi antara aparat kepolisian, orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam mencegah aksi balap liar, sehingga ketertiban umum tetap terjaga dan generasi muda tidak terjerumus pada kegiatan yang berisiko tinggi. (ham/ans/ko)







