KUALA KAPUAS, Kaltengonline.com – Warga Desa Baronang menyuarakan harapan penambahan tenaga pengajar dan tenaga kesehatan (nakes). Aspirasi itu disampaikan masyarakat kepada anggota DPRD Kapuas H Didi Hartoto saat Politikus PDIP itu melakukan reses dapil belum lama tadi.
Aspirasi tersebut mencuat karena keterbatasan guru dan tenaga medis dinilai masih menjadi kendala utama pelayanan dasar di wilayah terpencil. Keberadaan guru dan tenaga kesehatan sangat dibutuhkan untuk menjamin kualitas pendidikan anakanak serta pelayanan kesehatan masyarakat. Selama ini, jumlah tenaga yang ada dinilai belum sebanding dengan kebutuhan. Kondisi tersebut membuat proses belajar mengajar harus dilakukan dengan keterbatasan guru. Begitu juga pelayanan kesehatan.
Menanggapi hal itu, Didi Hartoyo menegaskan bahwa pendidikan dan kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi pemerintah. Ia menilai, masyarakat di daerah terpencil harus mendapatkan pelayanan yang sama dengan masyarakat di wilayah perkotaan. “Pendidikan dan kesehatan adalah hak dasar masyarakat. Tidak boleh ada kesenjangan, apalagi bagi warga di desa terpencil,” tegas Didi.
Ia menjelaskan, kualitas sumber daya manusia sangat ditentukan oleh dua sektor tersebut. Tanpa dukungan tenaga pengajar yang memadai, anak-anak di desa akan kesulitan bersaing. Begitu pula di sektor kesehatan, keterbatasan tenaga medis dapat berdampak pada lambatnya penanganan pasien dan minimnya layanan preventif.
Dia menyatakan akan memperjuangkan aspirasi warga Baronang agar menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya dinas pendidikan dan dinas kesehatan. Ia berkomitmen mengawal usulan tersebut dalam pembahasan anggaran maupun rapat-rapat bersama mitra kerja di DPRD.
Selain penambahan tenaga, Didi juga mendorong peningkatan fasilitas penunjang seperti ruang kelas yang layak, ketersediaan buku dan alat belajar, serta sarana prasarana kesehatan yang memadai. Menurutnya, pelayanan yang baik harus didukung oleh infrastruktur yang cukup.
“Harapan kita, masyarakat di daerah terpencil juga merasakan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang baik, layak, dan berkualitas. Itu menjadi tanggung jawab bersama,” tandasnya. (art/ko)







