Bank Sampah Jadi Solusi Kebersihan Lingkungan

oleh
Hasan Busyairi
Hasan Busyairi

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Upaya penanganan persoalan sampah di Kota Palangka Raya dinilai perlu dilakukan secara komprehensif, tidak hanya dari sisi pengangkutan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, menilai program bank sampah menjadi salah satu strategi yang efektif karena mampu menyentuh aspek lingkungan sekaligus ekonomi warga.

Menurut Hasan, bank sampah yang telah berjalan di sejumlah wilayah terbukti membantu mengurangi timbunan sampah rumah tangga. Di sisi lain, program tersebut juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat dari hasil penjualan sampah yang memiliki nilai ekonomis.

“Bank sampah tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi bagi warga. Ini solusi yang menyentuh dua aspek sekaligus, lingkungan dan kesejahteraan,” ujarnya, Rabu (4/3).

Ia menjelaskan, melalui mekanisme bank sampah, warga dapat memilah dan mengumpulkan sampah seperti kertas, plastik, kaleng, hingga botol kaca untuk kemudian ditimbang dan dicatat layaknya menabung. Hasil penjualan sampah tersebut dapat dicairkan dalam bentuk uang atau dimanfaatkan sesuai kebutuhan masing-masing.

Hasan menilai, pola ini tidak hanya mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, tetapi juga meningkatkan kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Baca Juga:  DPRD Palangka Raya Ingatkan UMKM Jaga Kualitas di Pasar Ramadan

“Kalau masyarakat sudah merasakan manfaat ekonominya, kesadaran untuk memilah dan tidak membuang sampah sembarangan akan tumbuh dengan sendirinya,” katanya.

Karena itu, ia mendorong agar program bank sampah diperluas ke seluruh kelurahan di Kota Palangka Raya dengan dukungan optimal dari pemerintah kota serta instansi teknis terkait. Dukungan tersebut, menurutnya, dapat berupa pembinaan, penyediaan sarana prasarana, hingga pendampingan manajemen pengelolaan.

Selain penguatan bank sampah, Hasan juga mengingatkan pentingnya penggunaan jasa operator pengangkutan sampah resmi yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan teratur dan sesuai standar.

“Kami juga mengimbau masyarakat menggunakan jasa operator resmi agar pengangkutan terjadwal dan tidak terjadi pembuangan sembarangan,” tegasnya.

Ia menambahkan, praktik pembuangan sampah secara liar bukan hanya mencoreng wajah kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan bagi masyarakat.

“Pembuangan sembarangan bisa memicu pencemaran lingkungan, penyebaran penyakit, dan tentu saja mengganggu kenyamanan warga. Ini yang harus kita cegah bersama,” tutunya.

Dengan sinergi antara program bank sampah dan sistem pengangkutan resmi yang disiplin, Hasan optimistis pengelolaan sampah di Kota Palangka Raya dapat semakin tertata, sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. (ham/ans/ko)