PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Suasana Ramadan terasa semakin hangat ketika jajaran pemerintah daerah dan TNI duduk bersama dalam satu majelis kebersamaan. Momentum buka puasa bersama yang digelar Komando Daerah Militer (Kodam) XXII/Tambun Bungai menjadi ruang mempererat koordinasi sekaligus memperkokoh komitmen membangun Kalimantan Tengah (Kalteng) secara kolaboratif.
Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, hadir bersama Wakil Gubernur H. Edy Pratowo dalam kegiatan Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama di Balai Berkah Makodam XXII/Tambun Bungai, Palangka Raya, Selasa (3/3). Acara tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pejabat TNI, serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Kalteng.
Gubernur menegaskan bahwa Ramadan harus dimaknai lebih dari sekadar ritual tahunan. Ia menyebut bulan suci sebagai momentum strategis untuk memperkuat soliditas antarlembaga dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kepada masyarakat.
“Ramadan mengajarkan kita tentang kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian. Nilai-nilai itu pula yang harus tercermin dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Kita harus memastikan masyarakat merasakan kehadiran negara,” ujarnya dalam sambutan.
Ia menekankan, pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan dan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah provinsi, kabupaten/kota, TNI, dan seluruh elemen masyarakat harus berjalan dalam irama yang sama.
“Tidak ada keberhasilan yang dibangun sendiri. Kita perlu saling menguatkan. Dengan kebersamaan yang kokoh, tantangan sebesar apa pun bisa kita hadapi,” katanya.
Agustiar juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang menjadi kekayaan Kalteng, semangat persatuan harus terus dipelihara.
Menurutnya, falsafah Huma Betang yang mengakar dalam kehidupan masyarakat Dayak mengajarkan arti hidup berdampingan secara harmonis. Filosofi tersebut dinilai relevan untuk memperkuat integrasi sosial dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Huma Betang adalah simbol bahwa kita hidup dalam satu rumah besar. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi. Inilah semangat yang harus terus kita jaga,” tuturnya.
Sementara itu, Pangdam XXII/Tambun Bungai, Zainul Arifin, menegaskan komitmen TNI untuk terus mendukung program pembangunan daerah serta menjaga stabilitas wilayah. Ia menyebut sinergi dengan pemerintah daerah sebagai kunci menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
“Kami menyadari bahwa keamanan adalah fondasi utama pembangunan. Karena itu, koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah daerah akan terus kami perkuat demi kepentingan masyarakat Kalimantan Tengah,” ucapnya.
Menurut Zainul, tantangan ke depan semakin kompleks, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun dinamika global. Oleh sebab itu, kolaborasi lintas sektor harus semakin erat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini.
Kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama tersebut menjadi simbol kuatnya hubungan harmonis antara TNI dan pemerintah daerah. Lebih dari sekadar agenda seremonial, pertemuan itu mempertegas komitmen bersama untuk menjaga persatuan, memperkuat stabilitas, dan mendorong percepatan pembangunan berkelanjutan di Bumi Tambun Bungai. (ovi/sja/ko)







