PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Sebanyak 25.950 kepala keluarga di Kota Palangka Raya diproyeksikan akan menerima manfaat dari Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Data penerima tersebut telah disiapkan oleh pemerintah kota melalui proses pendataan yang mengacu pada data sosial ekonomi nasional.
Program KHBS yang digagas oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng ini ditujukan untuk memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat prasejahtera di daerah. Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin telah menerima informasi jumlah penerima bantuan di Kota Cantik. Ini ia terima selepas mengikuti rapat pimpinan bersama Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran.
“Untuk Kota Palangka Raya diproyeksikan sekitar 25.950 kepala keluarga yang akan menerima bantuan melalui program ini,” kata Fairid, Minggu (8/3).
Ia menjelaskan, proses pendataan calon penerima dilakukan secara rinci oleh pemerintah dengan mencantumkan identitas penerima secara lengkap. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Menurut Fairid, penetapan penerima bantuan juga mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dari pemerintah pusat. Data tersebut terus diperbarui secara berkala agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Perubahan data dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti perpindahan domisili, warga yang meninggal dunia, maupun adanya masyarakat yang kondisi ekonominya telah membaik sehingga tidak lagi termasuk kategori penerima bantuan.
“Pendataan dilakukan menggunakan sistem by name by address, sehingga identitas penerima bantuan dapat diketahui secara jelas dan diharapkan mampu memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran,” jelasnya.
Program KHBS sendiri merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang resmi diluncurkan oleh Gubernur Agustiar Sabran pada 20 Februari 2026.
Melalui program tersebut, pemerintah provinsi menargetkan sekitar 300 ribu kepala keluarga di seluruh wilayah Kalimantan Tengah akan menerima bantuan dengan dukungan anggaran sekitar Rp400 miliar yang bersumber dari APBD provinsi.
Bantuan yang diberikan melalui kartu tersebut tidak hanya berupa bantuan sosial reguler, tetapi juga mencakup dukungan di bidang pendidikan, layanan kesehatan, hingga program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat prasejahtera.
Pemprov Kalteng sendiri menargetkan penyaluran bantuan melalui program KHBS dapat dilakukan secara bertahap dan mulai direalisasikan sebelum Hari Raya Idulfitri 2026. (ham/ans/ko)







