Lamandau Jadi Lokasi Promosi Budaya Finalis Putri Indonesia Kalteng

oleh
Finalis Putri Indonesia Kalteng, didampingi Tim dari Dinas Pariwisata saat mengunjungi Desa Penyombaan, Kecamatan Delang, belum lama ini.
Finalis Putri Indonesia Kalteng, didampingi Tim dari Dinas Pariwisata saat mengunjungi Desa Penyombaan, Kecamatan Delang, belum lama ini.

NANGA BULIK, Kaltengonline.com – Finalis Putri Indonesia Kalimantan Tengah 2026, Farhika Deninta Bungas, mengunjungi sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Lamandau Rabu (4/3). Kunjungan ini dalam rangka untuk mengenal lebih dekat potensi wisata alam dan budaya di Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Lamandau Kegiatan ini sekaligus juga untuk mempromosikan serta memperkenalkan secara luas di tingkat nasional terhadap potensi wisata, adat dan budaya di Lamandau.

Salah satu yang dikunjungi adalah Desa Wisata Riam Tinggi Kecamatan Delang, dengan mengunjungi situs budaya dan wisata riam sungai setempat diantaranya situs peninggalan budaya Sandung, objek wisata Riam Batu Rajo, dan Rumah Betang.

Farhika Deninta Bungas, atau yag akrab disapa Kara Bungas, menyampaikan rasa bangganya karena bisa melihat langsung kekayaan alam dan budaya sekaligus belajar adat istiadat yang ada di Lamandau.

Baca Juga:  Rakor Operasi Ketupat Telabang 2026, Pemkab Lamandau Pastikan Arus Mudik Lebaran Lancar

“Terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Saya banyak belajar dari pertemuan ini, dan warga juga memberikan bayak ilmu untuk dipelajari, tentunya pengetahuan ini sangat berguna bagi saya untuk mengikuti ajang pemilihan Putri Indonesia,” kata Kara.

Sementara itu, Rodias Hendi, Analis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Lamandau, menambahkan bahwa selama berada di Kabupaten Lamandau, Finalis Putri Indonesia Kalteng akan melakukan kunjungan wisata dan budaya dayak.

“Selain Desa Riam Tinggi, rencananya juga akan mengunjungi Kelurahan Kudangan dan Des a Penyombaan, dengan agenda mengenal adat budaya dayak, seperti berladang, balayah lanting (menyusuri sungai menggunakan lanting bambu) dan mengekspor potensi wisata alam,” jelasnya.

Kunjungan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari dengan menggali keunggulan masing-masing desa dan kearifan budaya untuk diperkenalkan lebih luas ditingkat nasional. (lan/ko)