BI Kalteng Perkuat Edukasi CBP Rupiah Selama Ramadan, Kenalkan Metode 3D dan Prinsip 5J

oleh
oleh

Bank Indonesia juga mengimbau masyarakat yang ingin menukar uang pecahan kecil agar menggunakan layanan resmi melalui website PINTAR milik Bank Indonesia. Penukaran melalui jalur tidak resmi dinilai berisiko karena dapat menyebabkan masyarakat menerima uang palsu, jumlah pecahan tidak sesuai, hingga dikenakan biaya tambahan.

Pada pilar Bangga Rupiah, masyarakat diajak menumbuhkan rasa bangga menggunakan Rupiah dalam seluruh aktivitas ekonomi. Momentum Ramadan dan Idulfitri yang identik dengan meningkatnya konsumsi masyarakat dinilai menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat penggunaan Rupiah, baik di pasar rakyat, pusat perbelanjaan, maupun dalam transaksi dengan pelaku UMKM.

Sementara itu, melalui pilar Paham Rupiah, masyarakat diingatkan untuk bertransaksi secara bijak guna menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga serta stabilitas harga. Bank Indonesia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying, membeli barang sesuai kebutuhan, serta merencanakan belanja Ramadan secara proporsional guna mencegah tekanan inflasi di daerah.

Baca Juga:  Baru Tayang, Lagu Terbaru Sydney Ditonton Ribuan Penonton

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, mengatakan penguatan edukasi CBP Rupiah dilakukan secara menyeluruh agar masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan uang tunai yang memadai, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik tentang Rupiah.

“Melalui penguatan CBP Rupiah ini, masyarakat diharapkan mampu mengenali uang asli, menjaga kualitas Rupiah, bertransaksi secara bijak, serta menukar uang di saluran resmi yang aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, upaya tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara sekaligus memastikan momentum Ramadan dan Idulfitri berlangsung aman, nyaman, dan penuh makna bagi masyarakat Kalimantan Tengah.(bud)