Bupati Eddy Raya Buka Lomba Tanglong Bagarakan Sahur Ramadan di Barsel

oleh
Bupati Barito Selatan, Dr. H. Eddy Raya Samsuri, didampingi Wakil Bupati Khristianto Yudha saat membuka Lomba Tanglong Bagarakan Sahur Ramadan 1447 H di Area Waterfront City Iring Witu, Rabu malam (11/3).
Bupati Barito Selatan, Dr. H. Eddy Raya Samsuri, didampingi Wakil Bupati Khristianto Yudha saat membuka Lomba Tanglong Bagarakan Sahur Ramadan 1447 H di Area Waterfront City Iring Witu, Rabu malam (11/3).

BUNTOK, Kaltengonline.com – Bupati Barito Selatan, Dr. H. Eddy Raya Samsuri, didampingi Wakil Bupati Khristianto Yudha, membuka kegiatan Lomba Tanglong Bagarakan Sahur Ramadan 1447 H di Area Waterfront City Iring Witu, Rabu (11/3) malam.

Dalam sambutannya, Bupati Eddy menyampaikan apresiasi kepada Pemuda Pancasila, KNPI, serta seluruh panitia yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Lomba Tanglong dan Bagarakan Sahur bukan hanya sekadar perlombaan atau hiburan semata, tetapi juga merupakan bagian dari tradisi budaya masyarakat kita yang sarat dengan nilai kebersamaan, semangat gotong royong, dan syiar Islam di bulan suci Ramadan. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan kreativitas generasi muda, sekaligus menjaga tradisi yang sudah lama hidup di tengah masyarakat Barsel,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini berlangsung meriah, tertib, dan penuh kegembiraan, serta dapat menjadi agenda tahunan yang semakin memperkuat peran pemuda dalam menjaga tradisi, budaya, dan persatuan di Kabupaten Barito Selatan.

Baca Juga:  Dukung Percepatan Digitalisasi

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Barito Selatan, Febriyanto Hidayat, menilai lomba tanglong tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga memiliki makna penting dalam menghidupkan kembali tradisi dan budaya yang dibalut syiar agama.

“Lomba tanglong ini bukan sekadar kegiatan hiburan, tetapi juga bagian dari upaya menghidupkan tradisi dan budaya masyarakat yang dibalut dengan syiar agama. Kegiatan seperti ini juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mempererat kebersamaan di tengah masyarakat. Nilai gotong royong, kebersamaan, dan semangat religius dapat tumbuh secara bersamaan,” ujarnya.

Febriyanto juga mengapresiasi antusiasme masyarakat, khususnya para pemuda yang terlibat aktif dalam pembuatan dan penampilan tanglong dengan berbagai bentuk dan desain menarik.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga tradisi yang menjadi identitas masyarakat tetap terjaga, sekaligus menjadi sarana syiar agama yang positif,” katanya. (ena/ko)