Banjarbaru, kaltengonline.com – Pada momen Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) memastikan kesiapan mesin pembangkit dan kecukupan bahan bakar guna menjaga keandalan pasokan listrik. Dengan daya mampu sistem yang mencapai 1.213,9 MW dan proyeksi beban puncak sebesar 964,2 MW, kondisi kelistrikan di wilayah Kalselteng berada dalam keadaan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kesiapan ini ditopang oleh kondisi mesin pembangkit yang telah melalui serangkaian pemeliharaan dan pemeriksaan menyeluruh sebelum memasuki periode siaga, sehingga mampu beroperasi secara optimal saat terjadi peningkatan konsumsi listrik selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menyampaikan bahwa kecukupan daya mampu pembangkit menjadi fokus utama PLN dalam menjaga keandalan listrik pada momen penting tersebut.
“Kami memastikan pasokan listrik dari pembangkit PLN maupun swasta dalam kondisi sangat cukup, dengan cadangan daya sekitar 249,7 MW. Hal ini penting agar seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar,” kata Iwan.
Selain pada sistem utama, PLN UID Kalselteng juga memastikan keandalan pada sistem isolated yang tersebar di seluruh wilayah Kalselteng.
“Kami masih memiliki 19 Unit Listrik Desa dengan total daya mampu sebesar 8,92 MW dan proyeksi beban puncak 5,38 MW, sehingga tersedia cadangan daya yang memadai untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik di wilayah tersebut,” lanjut Iwan.
Iwan juga memastikan ketersediaan bahan bakar dalam kondisi aman selama periode siaga untuk mendukung operasional pembangkit di wilayah Unit Listrik Desa (ULD).
“Hari Operasi Produksi (HOP) bahan bakar tercatat mencapai 22 hari, sehingga sangat mendukung keberlangsungan operasional pembangkit selama periode siaga,” tambahnya.
PLN UID Kalselteng juga terus melakukan pemantauan kondisi sistem secara real time melalui pusat pengatur distribusi guna memastikan keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik tetap terjaga sepanjang periode Ramadan hingga Idul Fitri.
“Kami berharap dengan kesiapan mesin pembangkit dan kecukupan bahan bakar ini, masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan nyaman tanpa gangguan listrik. PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan pasokan listrik yang andal dan berkualitas.” tutup Iwan.(bud)







