Imbas Tembus Rp45 Ribu per kilogram
PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Kenaikan harga daging ayam menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya untuk mengambil langkah cepat melalui intervensi pasar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga ayam di sejumlah pasar tradisional di Kota Palangka Raya saat ini mencapai Rp45.000 per kilogram. Angka tersebut berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp40.000 per kilogram.
Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin melalui Asisten II Setda Kota Palangka Raya, Samsul Rizal menjelaskan bahwa kenaikan harga ayam merupakan fenomena musiman yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.
“Ini merupakan fenomena musiman karena permintaan daging ayam meningkat menjelang Lebaran, sehingga berdampak pada kenaikan harga di pasaran,” ujar Samsul Rizal ketika diwawancarai awak media di Pasar Besar, Selasa (17/3).
Sebagai langkah pengendalian, Pemko Palangka Raya meluncurkan program operasi pasar murah (opsar) dengan memberikan subsidi harga daging ayam kepada masyarakat. “Melalui operasi pasar ini, kami mensubsidi harga ayam sehingga bisa dijual kembali kepada masyarakat dengan harga Rp40.000 per kilogram sesuai HET,” jelasnya.
Ia menambahkan, jumlah ayam yang disediakan dalam program tersebut menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Namun harga tetap dijaga agar tidak melebihi batas yang telah ditetapkan.
“Tentu jumlahnya bervariasi di setiap lokasi, namun harga tetap sama di Rp40.000 per kilogram,” tambahnya.
Pelaksanaan operasi pasar murah tersebut digelar di tiga titik utama, yakni Pasar Besar, Pasar Kahayan, dan Pasar Rajawali. Program ini berlangsung setiap hari pada pukul 07.00 hingga 10.00 WIB.
Melalui langkah ini, Pemko Palangka Raya berharap dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran menjelang Hari Raya Idulfitri. (ham/ans/ko)







