Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Lonjakan harga cabai kembali memicu keresahan masyarakat di Pangkalan Bun. Dalam beberapa hari terakhir, harga cabai rawit merah di pasar tradisional dilaporkan melambung hingga Rp200 ribu per kilogram, angka yang dinilai cukup memberatkan, terutama bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil.
Kondisi ini terasa nyata di lapangan. Salah satu warga, Endang, mengaku terkejut dengan kenaikan harga yang begitu drastis. Ia bahkan harus mengeluarkan Rp5 ribu hanya untuk mendapatkan enam buah cabai. “Biasanya bisa dapat banyak, sekarang cuma enam biji saja,” ujarnya dengan nada kecewa, Selasa (24/3/2026).
Mahalnya harga cabai membuat masyarakat mulai beradaptasi. Tidak sedikit warga yang mengurangi penggunaan cabai dalam masakan sehari-hari. Sebagian lainnya mencoba mencari alternatif bahan pengganti rasa pedas, meski tidak sepenuhnya mampu menghadirkan cita rasa yang sama.
Para pedagang menyebutkan, lonjakan harga dipicu oleh terbatasnya pasokan di pasar. Cuaca yang tidak menentu berdampak pada hasil panen, sementara distribusi dari daerah luar mengalami hambatan. Kondisi ini membuat stok cabai di tingkat pedagang menjadi sangat terbatas.
Kepala Dinas Disperindagkop UKM Kotawaringin Barat, Fitriyana, menjelaskan bahwa sejak Senin, 23 Maret 2026, harga cabai rawit merah di Pasar Indra Sari Pangkalan Bun telah menembus Rp200 ribu per kilogram. Kenaikan ini disebabkan oleh menipisnya stok yang sebagian besar merupakan sisa sebelum Lebaran.
Ia juga menambahkan, pasokan cabai saat ini masih didominasi hasil petani lokal, sementara kiriman dari luar daerah, khususnya dari Pulau Jawa, belum masuk ke pasar. Selain itu, belum semua pedagang membuka lapak, sehingga ketersediaan cabai di pasar semakin terbatas.
Fenomena kenaikan harga ini tidak hanya terjadi di Pangkalan Bun, tetapi juga melanda sejumlah kabupaten sekitar seperti Kotawaringin Timur, Seruyan, Lamandau, dan Sukamara dengan kisaran harga yang sama. Pemerintah daerah pun diharapkan segera mengambil langkah strategis untuk menstabilkan pasokan dan harga, guna meringankan beban masyarakat di tengah kebutuhan pokok yang terus meningkat.(bob)







