Pelayanan Dukcapil Membludak Usai Lebaran

oleh
oleh
Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, turun langsung memantau pelayanan publik di Kantor Disdukcapil pasca libur Hari Raya Idulfitri, Rabu (25/3).
Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, turun langsung memantau pelayanan publik di Kantor Disdukcapil pasca libur Hari Raya Idulfitri, Rabu (25/3).

Wabup Kotim Soroti Minimnya Pegawai dan Skema WFA

SAMPIT, Kaltengonline.com – Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, turun langsung memantau pelayanan publik di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) pasca libur Hari Raya Idulfitri, Rabu (25/3). Hasilnya, ia menemukan lonjakan warga yang datang mengurus administrasi kependudukan tidak diimbangi dengan jumlah petugas yang memadai.

Dalam peninjauan tersebut, Irawati menyoroti penerapan sistem kerja Work From Anywhere (WFA) yang dinilai berdampak pada optimalisasi pelayanan, khususnya di instansi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Kalau melihat kondisi seperti ini, nanti akan kami sampaikan kepada Bapak Bupati untuk dievaluasi, terutama bagi kantor pelayanan seperti Dukcapil, Dinas Kesehatan, maupun rumah sakit,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan keterangan pihak internal, sebagian besar pegawai sebelumnya menjalankan WFA, sehingga jumlah pegawai yang kembali bekerja secara langsung (WFO) pada hari pertama masuk kerja terbilang minim.

Baca Juga:  Pengunjung Pantai Ujung Pandaran Membludak

“Dari informasi yang kami terima, sebelumnya lebih banyak yang WFA. Hari ini yang masuk WFO jumlahnya masih sedikit, sementara masyarakat yang datang sangat banyak,” ujarnya.

Irawati juga menilai jumlah pegawai Dukcapil saat ini masih belum mencukupi. Dari total sekitar 80 pegawai, termasuk kepala dinas, beban pelayanan dinilai terlalu besar dibandingkan dengan jumlah masyarakat yang harus dilayani.

“Hari ini saja kita lihat sendiri, masyarakat sangat membludak. Ini hari pertama masuk kerja, banyak yang mengurus KTP, pindah domisili, pencatatan perkawinan dari luar negeri seperti Turki, hingga pengurusan akta kematian,” jelasnya.

Meski demikian, ia memastikan ketersediaan blangko KTP elektronik saat ini dalam kondisi aman. Masyarakat yang sebelumnya tertunda pencetakan KTP akibat kekosongan blangko kini sudah bisa kembali melakukan pencetakan.

“Untuk blangko KTP dipastikan aman. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, silakan datang untuk melakukan pencetakan,” pungkas Irawati.(bah/ko)