PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya masih menunggu arahan serta petunjuk teknis dari pemerintah pusat perihal pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Kota Palangka Raya, Fauzi Rahman mengatakan proses seleksi CPNS harus dilakukan secara nasional. Sehingga daerah tidak bisa membuka secara mandiri tanpa arahan resmi.
“Terkait seleksi CPNS tahun ini, Pemko Palangka Raya masih menunggu arahan dari pusat, karena memang harus dibuka secara nasional. Saat ini kami masih menyusun kebutuhan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya,” ujarnya, Minggu (29/3).
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan pemetaan kebutuhan pegawai dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kemampuan keuangan daerah. Hal ini penting agar pengangkatan aparatur baru tidak membebani anggaran daerah di kemudian hari.
“Kalau dibebankan ke daerah tentu harus disesuaikan, tapi kalau dari pusat yang mengalokasikan, berapapun yang diberikan kita siap,” tambahnya.
Lebih lanjut, Fauzi mengungkapkan, pemerintah pusat melalui Kementerian PAN-RB masih memprioritaskan formasi di sektor pendidikan dan kesehatan dalam rekrutmen CPNS secara nasional. “Surat dari Menpan-RB itu mensyaratkan bahwa prioritas utama adalah tenaga guru dan kesehatan. Selain itu, ada beberapa formasi lain yang sebenarnya bisa dibuka peluangnya,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap memiliki ruang untuk mengusulkan formasi di luar sektor prioritas, selama disesuaikan dengan kebutuhan riil daerah, termasuk dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Selain itu perlu juga dilihat kebutuhan lain yang bisa menunjang pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga formasi yang dibuka benar-benar sesuai dengan kebutuhan,” tutupnya. (ham/ans/ko)

