Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Kekhawatiran mulai dirasakan warga Desa Natai Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Meski belum memasuki musim kemarau, krisis air bersih sudah lebih dulu melanda, memicu rasa waswas masyarakat terhadap kondisi ke depan.
Sejumlah sumber air yang selama ini diandalkan warga mulai menyusut. Embung di RT 04 yang menjadi tumpuan utama tak lagi mampu mencukupi kebutuhan, sementara bekas sumur bor di RT 06 sudah lama tidak difungsikan. Warga pun terpaksa memanfaatkan sumber air alternatif dari galian parit di RT 10, meski kualitas dan ketersediaannya terbatas.
Kondisi ini mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat turun langsung ke lokasi, Rabu (1/4/2026). Peninjauan dipimpin Plt Kepala Pelaksana BPBD, Reneli, bersama Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik Andan Santana, sekaligus berkoordinasi dengan perangkat desa dan Dinas PUPR.
Dalam kunjungan tersebut, BPBD memastikan kondisi di lapangan sekaligus menyiapkan langkah penanganan. Situasi kekeringan yang datang lebih awal dinilai perlu diantisipasi serius agar tidak semakin meluas saat musim kemarau tiba.
Sebagai langkah cepat, BPBD bersama Dinas PUPR langsung menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. “Untuk jangka pendek, kami sudah suplai air bersih bagi warga,” kata Reneli.
Kepala Desa Natai Baru, Asmiarti, mengaku bantuan tersebut sangat membantu masyarakat di tengah kondisi sulit saat ini. Ia berharap ada solusi jangka panjang agar krisis air tidak terus berulang setiap tahun. “Kami sangat berterima kasih, setidaknya kebutuhan dasar warga bisa terbantu meski belum sepenuhnya terpenuhi,” ujarnya.(bob)

