Realisasi Belanja Barito Utara Hanya 70,84%, Pertumbuhan Ekonomi Terkoreksi di 2025

oleh
oleh
Bupati Barito Utara H Shalahuddin ST MT saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Musrembang RKPD 2027 di Gedung Pertemuan, Balai Antang belum lama ini.
Bupati Barito Utara H Shalahuddin ST MT saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Musrembang RKPD 2027 di Gedung Pertemuan, Balai Antang belum lama ini.

MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Dibalik lonjakan pendapatan asli daerah, Pemerintah Kabupaten Barito Utara justru menghadapi tantangan serius dalam penyerapan anggaran belanja dan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) yang disampaikan Bupati H Shalahuddin ST MT dalam Rapat Paripurna DPRD, realisasi belanja daerah baru mencapai 70,84 persen dari target, sementara pertumbuhan ekonomi tercatat melambat signifi kan.

Bupati mengungkapkan target belanja daerah tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp435,95 miliar, namun realisasinya hanya Rp308,85 miliar.

“Target belanja daerah sebesar Rp435.949.760.146,00 dengan realisasi belanja daerah sebesar Rp308.857.353.127,00 atau tercapai sebesar 70,84%,” jelas Bupati seperti tertuang pada pidato laporannya. Rendahnya serapan ini terutama terjadi pada belanja operasi yang hanya terealisasi 60,39 persen dan belanja tak terduga yang nyaris tidak terserap (0,61 persen).

Sektor belanja modal justru mencatat kinerja lebih baik dengan serapan mencapai 94,33 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa proyek infrastruktur fi sik cenderung lebih cepat dieksekusi dibandingkan belanja rutin seperti barang, jasa, hibah, dan bansos.

Belanja modal ditetapkan target sebesar Rp1.531.000.000,00 dengan realisasi belanja modal sebesar Rp1.444.239.454,00 atau sebesar 94,33% dari yang ditargetkan. Namun, capaian ini belum mampu mengompensasi rendahnya serapan di komponen lain.

Baca Juga:  Bupati Batara Ajak Warga Lapor Pelayanan Publik Lewat SP4N LAPOR!

Tantangan terbesar justru datang dari sektor pertumbuhan ekonomi yang mengalami perlambatan tajam.

Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Barito Utara tercatat hanya 3,12 persen, turun drastis dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 5,03 persen.

“Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 bernilai negatif dimana pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barito Utara adalah sebesar 3,12 persen dari tahun 2024 sebesar 5,03 persen,” ungkapnya.

Meskipun pendapatan per kapita masih meningkat menjadi Rp52.731,8 dan gini ratio naik tipis menjadi 0,328, perlambatan ekonomi tetap menjadi pekerjaan rumah utama. Bupati mengakui bahwa rendahnya serapan belanja berkontribusi terhadap melambatnya roda ekonomi karena efek berganda (multiplier eff ect) dari belanja pemerintah tidak maksimal.

“Pemerintah daerah bersamadengan legislatif terus berupaya secara konkrit dan terukur dalam memenuhi kebutuhan nyata masyarakat sesuai dengan potensi yang ada,” tegas Bupati.

Pemerintah daerah berjanji akan mempercepat realisasi belanja serta mendorong investasi dan sektor riil untuk mengembalikan laju pertumbuhan ekonomi. Perbaikan tata kelola keuangan dan penguatan koordinasi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci agar anggaran yang tersedia dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Barito Utara. (ren/nue/ko)