Bupati Barito Utara Tegur PT BBN, Desak Perbaiki Jalan Kabupaten yang Rusak

oleh
oleh
Bupati Barito Utara H Shalahuddin ST MT ditemani Sekretaris Daerah Drs Muhlis bersama jajaran saat meninjau kondisi jalan rusak yang sering digunakan oleh PT BBN serta memberikan teguran untuk memperbaiki jalan sesuai dengan kualitas semula saat kunjungan menuju Desa Mampuak II, Kecamatan Teweh Timur, Jumat (17/7).
Bupati Barito Utara H Shalahuddin ST MT ditemani Sekretaris Daerah Drs Muhlis bersama jajaran saat meninjau kondisi jalan rusak yang sering digunakan oleh PT BBN serta memberikan teguran untuk memperbaiki jalan sesuai dengan kualitas semula saat kunjungan menuju Desa Mampuak II, Kecamatan Teweh Timur, Jumat (17/7).

MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Kunjungan Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT ke Desa Mampuak II, Kecamatan Teweh Timur, pada Jumat (17/7) berlangsung di luar agenda seremonial biasa. Dipimpin langsung oleh orang nomor satu di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan itu, rombongan jajaran pemerintah daerah sengaja menelusuri ruas jalan kabupaten yang selama ini menjadi akses operasional PT. Barito Bangun Nusantara (BBN).

Sepanjang perjalanan, mata Bupati Shalahuddin tertuju pada kondisi jalan beraspal rigid yang tampak rusak parah dan diselimuti debu tebal. Pemandangan itu sontak membuat kepala daerah turun dari kendaraan dan menemui perwakilan perusahaan di lokasi.

Ia menilai, kerusakan yang terjadi bukan sekadar aus karena cuaca, melainkan dampak langsung dari aktivitas angkutan berat milik PT. BBN yang melintas setiap hari.

Tanpa basa-basi, Bupati Shalahuddin melontarkan peringatan tegas di hadapan petugas perusahaan.

Menurutnya, jalan tersebut adalah fasilitas umum yang dibangun dengan uang rakyat, sehingga penggunaannya harus tetap menjaga kelayakan bagi warga sekitar.

“Ini kan jalan kabupaten. Saya tidak izinkan lagi kalian lewat jika tidak diperbaiki,” tegasnya.

Bupati Shalahuddin menekankan bahwa perbaikan yang diminta bukanlah tuntutan pribadi, melainkan amanat untuk melindungi hak masyarakat pengguna jalan.

Ia meminta PT. BBN segera menyusun jadwal perbaikan dan tidak menunda-nunda tanggung jawab atas dampak operasional mereka.

“Ini bukan untuk kepentingan saya. Tapi ini untuk kepentingan masyarakat,” tegas Shalahuddin, seraya mengingatkan bahwa keselamatan dan kenyamanan warga adalah prioritas utama.

Yang menjadi sorotan lebih lanjut adalah permintaan Bupati agar kualitas perbaikan tidak diturunkan.

Ia melarang perusahaan hanya menimbun permukaan rusak dengan batu pecah, karena dinilai mengurangi standar fasilitas jalan yang sudah ada “Kalau jalannya ini sudah rigid maka perbaiki dengan rigid. Jangan malah ditumpuk batu, sehingga mengurangi kualitas fasilitas jalan di sini,” pungkas Bupati.

Sampai saat ini, PT. BBN belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan yang dilontarkan oleh Bupati Shalahuddin terkait perbaikan jalan tersebut. (ren/nue/ko)