Banyaknya supporter yang menonton sepak bola tersebut, mendorong para pelaku UMKM untuk berjualan di area stadion. Mereka menjajakan barang dagangan seperti merchandise, minuman atau makanan ringan maupun pokok.
Diperkirakan keuntungan yang diraup oleh seluruh pelaku UMKM adalah 1,8 triliun dengan presentase keuntungan 2 kali lipat dari hasil penjualan biasa per UMKM.
“Presiden Prabowo selalu berpesan pentingnya koperasi dan UMKM untuk meningkatkan ekonomi daerah. Saya yakin kehadiran Isen Mulang yang akan menjamu tim-tim besar Super League menghadirkan denyut nadi ekonomi daerah,” kata Gubernur Agustiar Sabran.
Pariwisata Kalteng Bisa Meningkat
Tak hanya UMKM, kompetisi sepak bola juga terbukti menjadi magnet utama yang mendongkrak sektor pariwisata (sport tourism) global maupun lokal.
Pertumbuhan ekonomi daerah Kalteng akan terasa di bidang pariwisata dengan kehadiran Isen Mulang FC. Menghadirkan banyak hotel yang akan menjadi destinasi tempat menginap tim lain di Super League.
Kedatangan suporter, tim official, dan wisatawan memicu lonjakan tingkat hunian hotel, kunjungan destinasi wisata.
Lalu, pariwisata Kalteng akan tumbuh dengan kehadiran banyak fans atau suporter yang datang ke Bumi Pancasila. Sebagaimana diketahui, larangan suporter away dicabut di Super League 2026/2027.
“Kalteng banyak memiliki destinasi wisata menarik, yang menjadi bisa menjadi perhatian Indonesia dan dunia,” tambah Gubernur Agustiar Sabran.
“Isen Mulang itu artinya pantang mundur. Semangat itu harus dibawa dalam setiap pertandingan. Kita ingin Kalteng tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan di tingkat nasional.”
Jadi ini saatnya melalui olahraga sepakbola, Kalimantan tengah unjuk gigi untuk mempromosikan Pariwisatanya, serta unit usaha creatif yang belum dikenal secara nasional bisa lebih dikenal dikancah nasional maupun dunia melalui jalur pemain asing kelas dunia yang bermain di Liga 1.(bud)







