Anak Orangutan 7 Bulan Diserahkan Warga Lamandau ke BKSDA Kalteng

oleh
oleh

PANGKALAN BUN, Kaltengonline.com — Seekor anak orangutan jantan berusia sekitar tujuh bulan diserahkan warga Desa Batu Kotam, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, kepada tim rescue Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Senin, 21 September 2026.

Kepala Seksi KSDA Wilayah II Pangkalan Bun, BKSDA Kalimantan Tengah, Handi Nasoka, mengatakan tim menerima laporan dari warga bernama Gusti Nobon mengenai keberadaan anak orangutan tersebut. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan evakuasi.

Tim yang terdiri atas Ahmad Baihaki, Mujali, Sapuansyah, serta dokter hewan Bambang Setyawan dari Orangutan Foundation United Kingdom (OFUK), tiba di Desa Batu Kotam sekitar pukul 14.00 WIB.

Setelah menerima orangutan tersebut, tim langsung melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan. Pemeriksaan meliputi suhu tubuh, kondisi gigi dan denyut jantung.

Menurut Handi, anak orangutan jantan tersebut diberi nama Dinas. Usianya diperkirakan tujuh bulan. Saat diperiksa, satwa itu sempat mengalami dehidrasi sehingga dokter memberikan vitamin sebagai bagian dari penanganan awal.

“Tim langsung melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan anak orangutan, mulai dari suhu badan, gigi hingga denyut jantung,” kata Handi dalam laporan kegiatan serah terima tersebut.

Sekitar pukul 14.25 WIB, tim kemudian membawa orangutan tersebut menuju Pangkalan Bun. Satwa itu selanjutnya ditempatkan di kandang transit Kantor Seksi KSDA Wilayah II Pangkalan Bun.

Handi mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi anak orangutan tersebut dalam keadaan sehat. Meski demikian, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan satwa setelah berada di tempat transit.

Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan dilakukan pada Selasa, 22 September 2026. BKSDA juga mendokumentasikan proses serah terima dan pemeriksaan sebagai bagian dari laporan penanganan satwa.

Penyerahan ini menjadi bagian dari penanganan satwa liar yang dilakukan BKSDA setelah menerima laporan dari masyarakat. Orangutan tersebut kini berada dalam penanganan tim konservasi Seksi KSDA Wilayah II Pangkalan Bun. (ko)