Asap Karhutla Kembali Ganggu Penerbangan di Pangkalan Bun, Pesawat Jakarta RTB

oleh
oleh

PANGKALAN BUN, Kaltengonline.com — Kabut asap kebakaran hutan dan lahan kembali mengganggu penerbangan di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Selasa, 29 September 2026. Sejumlah penerbangan tertunda, sementara satu pesawat harus kembali ke Jakarta.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Iskandar Pangkalan Bun, Asri Alie, mengatakan gangguan penerbangan terjadi karena jarak pandang atau visibility di sekitar bandara berada di bawah 2.000 meter.

“Iya bang, delay,” kata Asri Alie saat dikonfirmasi mengenai kondisi penerbangan di Bandara Iskandar, Selasa, 29 September 2026.

Penerbangan NAM Air rute Jakarta-Pangkalan Bun-Semarang tercatat mengalami keterlambatan. Kondisi serupa terjadi pada penerbangan Batik Air rute Surabaya-Pangkalan Bun-Surabaya.

Penerbangan Batik Air rute Jakarta-Pangkalan Bun-Jakarta juga terdampak. Pesawat tersebut tidak melanjutkan penerbangan ke Pangkalan Bun dan memilih kembali ke Jakarta atau return to base (RTB).

Kondisi itu membuat penumpang harus kembali menunggu kepastian jadwal keberangkatan. Penumpang terdampak perlu menyesuaikan perjalanan dengan perkembangan kondisi jarak pandang serta keputusan operasional maskapai.

Kabut asap menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam keselamatan penerbangan. Jarak pandang yang terbatas dapat mempengaruhi proses pesawat saat hendak mendarat maupun lepas landas.

Asri mengatakan pihak Bandara Iskandar terus memantau kondisi visibility. Operasional penerbangan akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di sekitar bandara.

Gangguan penerbangan ini menambah dampak karhutla di Kotawaringin Barat. Selain mengganggu aktivitas masyarakat dan kondisi udara, kabut asap juga dapat menghambat konektivitas transportasi udara.

Hingga Selasa, 29 September 2026, belum semua penerbangan yang terdampak dapat kembali beroperasi sesuai jadwal. Penumpang diminta memantau informasi terbaru dari maskapai terkait perubahan jadwal penerbangan.

Kondisi penerbangan selanjutnya bergantung pada jarak pandang di Bandara Iskandar. Jika visibility kembali memenuhi kebutuhan operasional dan faktor keselamatan terpenuhi, penerbangan dapat dilanjutkan sesuai keputusan pihak maskapai dan bandara. (ko)