Asap Karhutla Palangka Raya Berpotensi Bertahan hingga November

oleh
oleh
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengarahkan OPD untuk bantuan penanganan karhutla.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengarahkan OPD untuk bantuan penanganan karhutla.

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Kondisi angin yang tidak menentu menjadi salah satu faktor yang membuat asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berpotensi menyelimuti Kota Palangka Raya hingga November mendatang.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, kondisi tersebut diketahui setelah dirinya berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Selasa (29/9).

Orang nomor satu di Kota Cantik ini menyebut, pola angin di wilayah Palangka Raya khususnya pada malam hari, saat ini datang dari berbagai arah. Kondisi itu membuat asap yang ada cenderung berkumpul di wilayah kota.

“Dari BMKG kalo tidak salah itu ngomong, memang angin di Palangka Raya, khususnya nanti sampai November. Ini terutama malam campur aduk. Jadi dari utara, dari tenggara itu masuk semua,” kata Fairid.

Ia menjelaskan, angin yang datang dari sejumlah arah tersebut kemudian bertemu dan membuat pergerakan asap menjadi tidak menentu. Kondisi ini, menurut informasi yang diterimanya dari BNPB dan BMKG, diperkirakan masih dapat berlangsung hingga November.

Meski demikian, Fairid menyebut terdapat kemungkinan perubahan kondisi saat memasuki masa pancaroba. Perubahan cuaca tersebut diperkirakan terjadi sekitar akhir Oktober dan diharapkan dapat membantu mengubah pola angin serta kondisi udara di Palangka Raya.

“Kemungkinan bisa sampai November. Tapi ada juga yang mengatakan pancaroba kita kan di bulan Oktober akhir. Ya mudah-mudahanlah, kalau sudah pancaroba kan berarti ada perubahan,” pungkasnya. (afa/ans/ko)