Bapas Pangkalan Bun Bekali Klien Pemasyarakatan Soal Kendali Diri dan Dunia Kerja

oleh
oleh

Pangkalan Bun, Kaltengonline.com – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Pangkalan Bun membekali klien pemasyarakatan dengan penguatan spiritual dan kesiapan memasuki dunia kerja. Pembekalan itu berlangsung melalui kegiatan Kelayan Binter, ceramah kerohanian, dan sosialisasi ketenagakerjaan di Aula Bapas Kelas II Pangkalan Bun, Kamis, 1 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut diikuti klien pemasyarakatan yang sedang menjalani program pembimbingan. Kepala Bapas Kelas II Pangkalan Bun Tigor Immanuel Hutabalian bersama jajaran Pembimbing Kemasyarakatan turut hadir dalam kegiatan itu.

Materi kerohanian disampaikan Imam Zainul Asrofi, S.Pd.I., dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Barat. Ia mengajak para klien menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menghadapi persoalan kehidupan.

Menurut Imam, kemampuan menjaga sikap, mengendalikan emosi, dan menghadapi masalah dengan sabar menjadi bagian penting dalam proses memperbaiki diri. Ia juga menekankan perlunya tanggung jawab terhadap setiap tindakan yang dilakukan.

Para klien juga diajak menjadikan kesalahan masa lalu sebagai bahan introspeksi. Kesalahan, kata dia, semestinya menjadi pelajaran agar tidak kembali terulang, sedangkan kebaikan yang telah dilakukan tidak perlu dijadikan alasan untuk mencari pujian.

Dalam urusan agama, Imam mengingatkan peserta agar melihat orang yang lebih baik sebagai teladan dan motivasi meningkatkan ibadah. Adapun dalam urusan dunia, seseorang dianjurkan melihat mereka yang berada dalam kondisi di bawahnya sebagai cara menumbuhkan rasa syukur.

Pembekalan kemudian berlanjut pada aspek kemandirian. Dedy Cahyadi, S.E., dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kotawaringin Barat memberikan sosialisasi mengenai penempatan tenaga kerja dan peluang kerja yang dapat dimanfaatkan para klien setelah menyelesaikan masa pembimbingan.

Dedy menekankan pentingnya kompetensi, kedisiplinan, kemauan belajar, dan integritas sebagai modal memasuki dunia kerja. Ia juga mendorong para klien untuk bekerja keras, bertanggung jawab, dan tidak menyerah dalam menghadapi tantangan.

Kepala Bapas Kelas II Pangkalan Bun Tigor Immanuel Hutabalian mengatakan pembimbingan kepribadian dan kemandirian diarahkan untuk membantu klien membangun perilaku yang lebih positif sekaligus mempersiapkan mereka kembali berperan di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Bapas Pangkalan Bun berharap para klien tidak hanya memahami pentingnya perubahan sikap, tetapi juga memiliki bekal untuk menjalani kehidupan secara lebih bertanggung jawab, produktif, dan mandiri. Kegiatan berlangsung tertib dan lancar. (Ko)