Karhutla Palangka Raya Masuk Bulan Ketiga, Fairid Naparin Tegaskan Penanganan Maksimal

oleh
oleh
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin saat bincang bersama relawan kebakaran hutan dan lahan, belum lama ini.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin saat bincang bersama relawan kebakaran hutan dan lahan, belum lama ini.

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya telah memasuki bulan ketiga.

Kendati situasi di lapangan cukup menantang akibat kekeringan panjang, Pemerintah Kota Palangka Raya menegaskan seluruh pihak terus bekerja maksimal dan tidak pernah menyerah dalam menanggulangi bencana tersebut.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyatakan bahwa upaya mitigasi dan penanggulangan karhutla masih terus berjalan secara intensif.

Menurutnya, koordinasi dan kerja sama antarinstansi dari tingkat daerah, provinsi, pemerintah pusat hingga jajaran Forkopimda telah dikerahkan secara optimal.

“Saya rasa semua, baik itu pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, hingga Forkopimda sudah bekerja secara maksimal.

Kondisi kekeringan ini memang sudah diprediksi cukup panjang,” ujar Fairid usai diwawancarai, Senin (5/10).

Fairid menjelaskan, tantangan utama penanganan karhutla di wilayahnya tak lepas dari karakteristik geografis Palangka Raya yang didominasi lahan gambut dan kawasan hutan.

Dari total luas wilayah, Area Penggunaan Lain (APL) atau kawasan perkotaan hanya mencakup sekitar 21 persen, sedangkan sisanya merupakan area hutan yang rentan terbakar saat musim kemarau.

Menanggapi pertanyaan mengenai besarnya tekanan dan potensi kewalahan dalam menghadapi karhutla yang meluas, Fairid menepis anggapan tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap fokus menyelesaikan masalah di lapangan tanpa mengeluh.

“Saya tidak pernah mengatakan kewalahan. Apapun situasi yang terjadi di lapangan, kita hadapi dan kita tangani semaksimal mungkin,” tegasnya. (afa/ans/ko)